‘’Apalagi saat ini musim hujan. Jadi perlu diantisipasi penyakit pada padi, kan eman (kan sayang, Red) padi sudah tua dan akan panen, malah terkena penyakit’’ tuturnya kepada Jawa Pos Radar Lamongan kemarin (9/10).
Petani lainnya Matari mengatakan, antisipasi ini dilakukan karena cuaca didominasi mendung dan hujan. ‘’Mudah-mudahan bisa panen tepat waktu, sebelum air naik tinggi, karena rawan banjir,’’ ujar Matari.
Koordinator Lamongan Petugas Pengendali Organisme Tumbuhan (POPT) Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (KPP) Lamongan Mastur mengimbau petani tidak menyemprotkan pestisida sebulan jelang panen. Sebab, terang dia, reaksi pestisida memiliki daya bunuh atau efek samping pada padi hingga 20 sampai 30 hari.
‘’Racun itu masih bereaksi, sehingga kalau itu dikonsumsi maka orang-orang itu memakan bahan kimia,’’ ucap Mastur.
Mastur sering memberi informasi terkait itu, jadi satu bulan sebelum dipanen seharusnya tidak diberi kimia apapun, itu yang terbaik dan bagus.
‘’Jadi sesuai yang dilakukan untuk sifatnya pengendalian itu setelah terjadi, belum sifatnya jaga-jaga,’’ jelasnya.
Jangan melakukan aplikasi peptisida pada saat satu bulan menjelang panen, karena akan berdampak pada bulir padi dan lingkungan sekitar, kalau terpaksa disitu ada penyakit wereng.
‘’Maka itu harus di aplikasi dengan biveria atau agen hayati atau organik, itu jadi tidak masalah dan tidak ada efek samping,’’ jelasnya. (sip/ind) Editor : M. Yusuf Purwanto