Kabid GTK Disdik Lamongan, Utami, menjelaskan, mereka yang lolos seleksi itu mendapatkan SK pengangkatan dan bekerja sesuai penetapan dari pusat.
‘’Alhamdulillah ada 717 yang sudah menjadi ASN. Dari seleksi itu, menghasilkan 980 guru yang dinyatakan memenuhi passing grade dan masih menunggu kejelasan dari pusat," jelasnya kepada Jawa Pos Radar Lamongan.
Mereka yang menjadi guru ASN itu tersebar 652 SD dan 65 SMP. Sementara 980 guru yang memenuhi nilai ambang batas masih menunggu petunjuk teknis dari pusat.
Menurut Utami, sebagian besar pendaftar PPPK merupakan honorer dinas yang sudah mengabdi dalam waktu tertentu. Jumlah total guru tidak tetap (GTT) dan pegawai tidak tetap (PTT) SD ada 1.351 orang. Kemudian 411 GTT/PTT SMP dan 194 K2. "Semoga ada solusi untuk pegawai honorer untuk meningkatkan kesejahteraan," harapnya.
Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Lamongan, Shodikin menuturkan, bulan lalu daerah diminta BKN mengusulkan formasi tenaga pendidik dan kesehatan. Pemkab Lamongan mengusulkan 980 tenaga pendidik dan 939 tenaga kesehatan. Usulan ini masih belum ada kebijakan lanjutan. Daerah menunggu informasi berikutnya. "Kita diminta mengusulkan tapi untuk apa dan bagaimana masih menunggu dari pusat," tuturnya. (rka/yan) Editor : M. Yusuf Purwanto