Tercatat hingga Kamis (8/9) lalu, PMI mulai mendapatkan penempatan di sejumlah negara. Meliputi Malaysia sebanyak 77 orang, Korea Selatan sebanyak 17 orang, Taiwan sebanyak 24 orang, Jepang sebanyak 16 orang, dan Kuwait masih proses seleksi. Ini cukup membanggakan, data ini lebih baik dibanding tahun lalu yakni hanya penempatan 41 PMI.
Kabid Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Lamongan Arif Soedjanarta menuturkan, Disnakertrans mengundang lima P3MI untuk penempatan Malaysia, Taiwan, Korea Selatan, Jepang, dan Kuwait kemarin (9/9).
‘’Terbukti membuahkan hasil yang baik dan mengalami peningkatan. Dari sana tercipta sosialisasi yang baik, bahwasannya pekerja keluar negeri ada prosedurnya. Sehingga bisa terlindungi sepenuhnya oleh pemerintah,’’ ujar Arif.
Arif mengakui, pemberangkatan 95 persen PMI ini buah dari upaya Disnakertrans menjembatani para pencari kerja dengan P3MI. Ke depan, dia berharap, peningkatan ini bisa mengurangi pengangguran dan mengurangi keberangkatan PMI illegal. Sebab, Lamongan ini terkenal dengan kantong PMI ilegal.
‘’Semoga adanya job fair ini, banyak anak muda yang memahami prosedurnya seperti apa. Sehingga berangkatnya secara resmi dan bisa meningkatkan devisa negara,’’ terangnya. (sip/ind) Editor : M. Yusuf Purwanto