Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Job Fair Terbukti  Berhasil Menyerap PMI

M. Yusuf Purwanto • Sabtu, 10 September 2022 | 19:16 WIB
BERI KESEMPATAN PARA PENCARI KERJA: Bupati Lamongan Yuhronur Efendi didampingi Dinas Tenaga Kerja Agus Cahyono melihat papan pengumuman di salah satu stan Lamongan Job Fair Expo Ketenagakerjaan 2022 yang membutuhkan tenaga produksi. (PROKOPIM FOR RDR.LMG)
BERI KESEMPATAN PARA PENCARI KERJA: Bupati Lamongan Yuhronur Efendi didampingi Dinas Tenaga Kerja Agus Cahyono melihat papan pengumuman di salah satu stan Lamongan Job Fair Expo Ketenagakerjaan 2022 yang membutuhkan tenaga produksi. (PROKOPIM FOR RDR.LMG)
LAMONGAN, Radar Lamongan – Job fair yang diselenggarakan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Lamongan terbukti memberikan dampak positif, yakni sejumlah pencari kerja terserap sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI). Seperti diketahui, dari 55 perusahaan dalam job fair, terdapat lima Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI). Penempatannya yakni Malaysia, Korea Selatan, Taiwan, Jepang, dan Kuwait.

 

Tercatat hingga Kamis (8/9) lalu, PMI mulai mendapatkan penempatan di sejumlah negara. Meliputi Malaysia sebanyak 77 orang, Korea Selatan sebanyak 17 orang, Taiwan sebanyak 24 orang, Jepang sebanyak 16 orang, dan Kuwait masih proses seleksi. Ini cukup membanggakan, data ini lebih baik dibanding tahun lalu yakni hanya penempatan 41 PMI.

 

Kabid Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Lamongan Arif Soedjanarta menuturkan, Disnakertrans mengundang lima P3MI untuk penempatan Malaysia, Taiwan, Korea Selatan, Jepang, dan Kuwait kemarin (9/9).

 

‘’Terbukti membuahkan hasil yang baik dan mengalami peningkatan. Dari sana tercipta sosialisasi yang baik, bahwasannya pekerja keluar negeri ada prosedurnya. Sehingga bisa terlindungi sepenuhnya oleh pemerintah,’’ ujar Arif.

 

Arif mengakui, pemberangkatan 95 persen PMI ini buah dari upaya Disnakertrans menjembatani para pencari kerja dengan P3MI. Ke depan, dia berharap, peningkatan ini bisa mengurangi pengangguran dan mengurangi keberangkatan PMI illegal. Sebab, Lamongan ini terkenal dengan kantong PMI ilegal.

 

‘’Semoga adanya job fair ini, banyak anak muda yang memahami prosedurnya seperti apa. Sehingga berangkatnya secara resmi dan bisa meningkatkan devisa negara,’’ terangnya. (sip/ind) Editor : M. Yusuf Purwanto
#PMI #disnaker lamongan #job fair #Menyerap #lamongan