Enam sangkar di antaranya terlihat merpati betina mengerami telur. ‘’Betinanya perlu bertelur dan mengeram dulu agar jantannya bisa keket. Kalau belum bertelur, saya pancing dengan telur palsu. Kalau sudah bertelur, performa balapnya bagus,’’ ujar Achmad Irfan sambil memberi makan merpatinya di kompeks rumahnya di Desa Deket Kulon, Kecamatan Deket.
Tak hanya dia yang suka merpati. Sang ayah, Hasyim, juga memiliki hobi yang sama.
Irfan memiliki ‘’ritual’’ dalam memelihara merpati. Setelah beberapa waktu dilatih, biasanya merpati bertelur di Minggu malam. Merpati dibiarkan sepekan mengerami telurnya. Sabtu malam telur diambil dan besok paginya merpati dimandikan. ‘’Merpati ini dimandikan agar lupa dengan telurnya,’’ ujarnya.
Keesokan harinya itu, burung dimasukkan ke kotak. Hanya sore kotak dibuka. ‘’Baru hari Kamis, Jumat, Sabtu dan Minggu dilatih balapan lagi. Nanti pas Minggu malam setelah latihan biasanya bertelur lagi, dan mengerami, begitu terus siklusnya, jadi satu bulan itu delapan hari latihannya,’’ jelasnya. (sip/yan) Editor : M. Yusuf Purwanto