Di SMKN 1 Sambeng misalnya. Hanya jurusan komunikasi visual dan teknik komputer jaringan yang terpenuhi pagunya. Tujuh jurusan lainnya, kekurangan pendaftar.
SMK Negeri Sarirejo juga mengalami nasib sama. Dari enam jurusan yang dibuka, belum ada yang terpenuhi pagunya. Di SMKN Brondong, belum ada yang terpenuhi pagunya dari lima jurusan yang dibuka untuk PPDB.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Wilayah Lamongan, Hidayat Rahman, mengakui hingga kemarin sore pagu SMK banyak yang belum terpenuhi. Dia meminta lembaga segera mengevaluasi dan memetakan lulusan di wilayahnya. Total kebutuhan pagu untuk SMKN hanya 2.448 siswa.
“Seharusnya kalau melihat jumlah lulusan total di Lamongan cukup banyak. Sehingga ini harus menjadi evaluasi bersama,” pintanya.
Menurut Rahman, SMK menjadi pilihan bagi calon siswa yang ingin menambah skill seperti menjahit atau bengkel. Sementara SMA bagi mereka yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang kuliah atau ikatan dinas.
“Setelah lembaga mengevaluasi, akan kita laporkan ke dinas provinsi dengan harapan ada perpanjangan pendaftaran,” harapnya.
Rahman mengatakan, fenomena SD, SMP, dan SMA/SMK negeri kekurangan pendaftar sudah lama. Namun, kekurangannya terbanyak saat ini. Pemetaan pendaftar harus ditingkatkan supaya permasalahan kekurangan pagu bisa diminimalisasi. (rka/yan) Editor : Khorij Zaenal Asrori