Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Tips Membuat Sourdough Anti Gagal, Pemula Wajib Perhatikan Hal Ini

Andhika Feriawan • Rabu, 15 Juli 2026 | 16:15 WIB
Sourdough memiliki aroma khas, rasa sedikit asam, serta tekstur kenyal dengan kulit renyah. (MAGNIFIC/ANDHIKA FERIAWAN/RADAR BOJONEGORO)
Sourdough memiliki aroma khas, rasa sedikit asam, serta tekstur kenyal dengan kulit renyah. (MAGNIFIC/ANDHIKA FERIAWAN/RADAR BOJONEGORO)

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Sourdough menjadi salah satu jenis roti yang semakin populer di kalangan pencinta kuliner. Memiliki aroma khas, rasa sedikit asam, serta tekstur kenyal dengan kulit renyah, roti fermentasi alami ini menarik banyak orang untuk mencoba membuatnya sendiri di rumah.

Berbeda dengan roti pada umumnya yang menggunakan ragi instan, sourdough mengandalkan starter, yakni campuran tepung dan air yang mengalami fermentasi alami. Starter yang aktif, pemilihan bahan, dan kontrol fermentasi menjadi bagian penting dalam proses pembuatan sourdough.

Namun, membuat sourdough memang membutuhkan ketelitian. Kesalahan dalam proses fermentasi dapat membuat roti menjadi bantat, terlalu padat, atau sulit mengembang. Berikut beberapa tips membuat sourdough anti gagal yang cocok diterapkan oleh pemula.

1. Pastikan Starter Benar-Benar Aktif

Starter merupakan kunci utama keberhasilan sourdough. Gunakan starter yang terlihat mengembang dan memiliki banyak gelembung. Starter yang belum aktif dapat membuat adonan sulit berkembang dan menghasilkan roti yang padat.

2. Gunakan Tepung Berkualitas

Pemilihan tepung juga tidak boleh dianggap sepele. Tepung berkualitas membantu pembentukan struktur adonan. Untuk pemula, penggunaan tepung roti atau tepung berprotein cukup tinggi dapat membantu menghasilkan adonan yang lebih kuat.

Baca Juga: Ide Jualan Premium: Resep Lapis Kukus Surabaya Super Lembut dan Ekonomis

3. Perhatikan Takaran Air

Terlalu banyak air dapat membuat adonan sangat lengket dan sulit dibentuk, terutama bagi pemula. Sebaiknya ikuti takaran resep secara konsisten dan gunakan timbangan digital agar komposisi bahan lebih akurat.

4. Jangan Terburu-buru Saat Fermentasi

Kesabaran menjadi salah satu kunci membuat sourdough. Waktu fermentasi berpengaruh terhadap perkembangan adonan, tetapi fermentasi berlebihan juga perlu dihindari karena dapat memengaruhi struktur dan hasil akhir roti.

5. Lakukan Stretch and Fold dengan Benar

Teknik stretch and fold dilakukan dengan menarik dan melipat adonan secara berkala. Cara ini membantu memperkuat struktur adonan tanpa harus menguleni secara berlebihan. Lakukan dengan lembut agar adonan tetap terjaga.

6. Kenali Kondisi Adonan, Jangan Hanya Melihat Waktu

Suhu ruangan dapat memengaruhi kecepatan fermentasi. Karena itu, jangan hanya terpaku pada jumlah jam dalam resep. Perhatikan perubahan volume, gelembung, dan tekstur adonan untuk menentukan perkembangan fermentasi.

7. Panaskan Oven Sebelum Memanggang

Oven yang telah dipanaskan dengan baik membantu proses pemanggangan sourdough. Suhu tinggi dan kondisi pemanggangan yang mendukung uap dapat membantu menghasilkan kulit roti renyah serta bagian dalam yang lembut.

Membuat sourdough memang membutuhkan latihan dan kesabaran. Kegagalan pada percobaan pertama dapat menjadi bahan evaluasi untuk memahami karakter starter dan adonan.

Dengan starter aktif, bahan berkualitas, fermentasi yang terkontrol, serta teknik yang tepat, peluang menghasilkan sourdough yang mengembang dengan baik, bertekstur lembut, dan memiliki kulit renyah tentu semakin besar.

Jadi, tertarik mencoba membuat sourdough sendiri di rumah?

Editor : Bhagas Dani Purwoko
fermentasi ragi pecinta kuliner Sourdough tips roti