Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Apa Itu Aura Farming? Mengupas Tren Aura Farming: Dari Bocah Pacu Jalur Riau hingga Sorotan Global

Hakam Alghivari • Selasa, 15 Juli 2025 | 02:57 WIB
Tren Aura Farming yang viral di jagat media sosial.
Tren Aura Farming yang viral di jagat media sosial.

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Belakangan ini, istilah "aura farming" ramai diperbincangkan di media sosial. Video seorang bocah penari yang berdiri di ujung perahu dalam ajang Pacu Jalur di Kuantan Singingi, Riau, menjadi pemantik tren ini.

Dengan gerakan tari yang ekspresif dan penuh percaya diri, anak tersebut menuai decak kagum. Netizen pun menyebutnya memiliki “aura” yang luar biasa dan menjulukinya sebagai contoh sempurna dari praktik aura farming.

Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan aura farming? Apakah ini sekadar istilah viral semata, atau ada makna yang lebih dalam di baliknya?

Apa Itu Aura Farming?

Secara umum, aura farming bukan istilah baku dalam ilmu psikologi atau budaya. Namun di kalangan warganet, istilah ini merujuk pada usaha sadar dan konsisten seseorang dalam membangun citra diri yang kuat, percaya diri, dan karismatik.

Konsep ini meliputi hal-hal sederhana seperti memperbaiki postur tubuh, cara berjalan, cara berbicara, hingga merawat penampilan secara keseluruhan.

Tujuannya bukan semata-mata tampil menarik, melainkan memancarkan energi positif dan percaya diri dalam keseharian. Aura farming menjadi semacam self-project bagi banyak orang muda yang ingin merasa lebih "berisi", bukan hanya dari tampilan luar, tapi juga pembawaan dan sikap.

Awal Viral: Tarian Anak Pacu Jalur

Popularitas istilah ini melonjak setelah video seorang anak laki-laki yang menari di atas perahu dalam ajang Pacu Jalur menjadi viral. Dalam video yang tersebar di TikTok dan X (dulu Twitter), anak itu terlihat menari penuh semangat untuk menyemangati para pendayung.

Gaya tariannya yang khas dan penuh ekspresi membuat warganet menjulukinya "bocah aura farming 100/10".

Padahal, menurut budaya lokal, anak tersebut merupakan bagian dari tradisi Penari Coki—sosok penting dalam prosesi Pacu Jalur yang berfungsi sebagai penyemangat dan pembangkit semangat tim.

Kehadirannya bukan untuk gaya-gayaan, melainkan bagian dari warisan budaya Minangkabau yang telah hidup sejak ratusan tahun lalu. Tradisi ini masih kuat dijaga di Kuantan Singingi, terutama saat pelaksanaan lomba perahu tradisional tersebut.

Perspektif Psikologis: Aura Bukan Soal Gaya, tapi Pembawaan Diri

Meski aura farming bukan istilah ilmiah, praktik yang dimaksud bisa dikaitkan dengan beberapa konsep dalam psikologi, seperti:

Dengan kata lain, aura farming—jika dijalankan secara sehat—bisa menjadi bagian dari proses membangun kepercayaan diri dan kedewasaan emosional. Bukan sekadar tren visual, tetapi proses pembentukan jati diri yang lebih kuat dan positif.

Catatan Penting: Tetap Autentik, Jangan Terjebak Tekanan Sosial

Meskipun viralitas aura farming bisa menjadi inspirasi, penting juga untuk menempatkannya secara proporsional. Tidak semua orang harus terlihat “berkarisma” di mata orang lain. Tekanan untuk selalu tampak percaya diri, tenang, dan estetis bisa menjadi beban psikologis jika tidak diiringi dengan penerimaan diri yang sehat.

Sebagian psikolog mengingatkan agar tren ini tidak dijadikan standar tunggal keberhasilan sosial. Justru, yang paling penting adalah keaslian dan kenyamanan terhadap siapa diri kita sebenarnya. Aura sejati lahir bukan dari pencitraan, tapi dari niat yang tulus untuk berkembang dan memperbaiki diri.

Antara Tradisi, Tren, dan Refleksi Diri

Fenomena viral bocah penari Pacu Jalur membuktikan bahwa aura tidak selalu datang dari selebritas atau tokoh besar. Terkadang, ia muncul dari anak kecil yang menari dengan tulus, bagian dari budaya lokal yang kaya makna.

Dari situlah publik belajar: aura bukan soal status atau kemewahan, tapi soal kehadiran, pembawaan, dan energi yang kita pancarkan. Dan jika istilah aura farming bisa mendorong lebih banyak orang untuk mencintai diri mereka sendiri dengan sehat dan penuh kesadaran, maka tren ini layak mendapat tempat dalam diskusi budaya populer saat ini. (kam) 

Editor : Hakam Alghivari
#Apa Itu #Aura Farming #Pacu Jalur #Apa yang Dimaksud #viral #riau