Tayangan video mapping di salah satu Gedung Notaris Bojonegoro saat malam Tahun Baru 2025 lalu, diproduksi komunitas Celah Pro, menyampaikan pesan dan peristiwa yang telah terjadi selama 2024.
DEWI SAFITRI, BOJONEGORO
VISUAL kobaran api mengawali penayangan video mapping yang disuguhkan pada malam pergantian Tahun Baru 2025 di dinding Gedung Notaris Bojonegoro.
Indahnya visual Penari Thengul dan pesan dukungan untuk Palestina juga turut tersajikan dalam tayangan video memukau tersebut.
Meski dengan persiapan mendadak, hanya tiga hari sebelum penayangan. Namun, kumpulan pemuda kreatif yang tergabung dalam Celah Project (Celah Pro) tersebut mampu menampilkan video mapping yang cukup membuat terkesima.
Tidak hanya menghadirkan efek visual yang memikat. Video mapping juga memberikan pengalaman baru yang meninggalkan kesan mendalam.
‘’Video mapping di Gedung Notaris ini cukup mendadak prosesnya, tidak sampai satu minggu. Segala persiapan dilakukan di H-3 penayangan, mulai mengukur gedung dan persiapan lainnya,’’ tutur Iksal Dwi Santosa, insiator pembuatan video mapping.
Menurut pemuda tergabung dalam perkumpulan Celah Pro tersebut, banyak suka duka yang dilalui selama proses hingga penanyangan video mapping tersebut.
Mulai dari waktu persiapan yang sangat mendadak hingga alat-alat yang tidak sesuai standar.
‘’Alat-alat yang kami bawa juga tidak sesuai standar untuk produksi video mapping. Seperti, stand proyektor kami menggunakan batu dan barang seadanya yang ada di lokasi,’’ lanjutnya. Meski begitu, merasa lega saat sukses menyangankan video mapping.
Terlebih, mengingat segala proses yang telah dilalui persama. Dengan hasil yang sesuai dengan harapan, menjadi hadiah tersendiri di malam pergantian tahun untuk para pemuda kreatif Bojonegoro tersebut.
Terlebih, video mapping tersebut pertama kali dengan yang pernah dilakukan di gedung sebesar itu. ‘’Mungkin pertama kalinya di Bojonegoro. Alhamdulillah dapat respon positif dari masyarakat. Melihat dari komen-komen di sosial media kami,’’ tuturnya.
Willy salah satu pemuda kreatif tergabung dalam perkumpulan tersebut mengatakan, banyak pengalaman seru yang didapatkan dari video mapping tersebut.
Mengingat, itu pertama kali yang dilakukan dengan ukuran besar. Karena sebelumnya hanya pernah membuat video mapping ukuran kecil di rumah-rumah saja.
Video mapping ini digarap oleh sekitar 8 orang. Terdiri dari pemuda kreatif yang memiliki hobi sama. Yakni, visual mapping. Kemudian, berkumpul dan membuat projek video mapping di Gedung Notaris Bojonegoro.
‘’Dengan deadline mepet, agak terburu-buru. Tapi lumayan puas dengan hasilnya,’’ katanya.
Dia menceritakan, ada beberapa visual menarik yang ditayangkan dalam video mapping tersebut. Seperti, Penari Thengul yang merupakan budaya khas Bojonegoro. Sehingga, apabila orang melihat akan langsung tahu.
Tidak hanya budaya, Celah Pro juga membawa pesan sosial dalam tayangan tersebut. Yakni, mengingatkan masyarakat untuk tidak hentinya membicarakan Palestina.
‘’Kita masih mencari-cari untuk project video mapping selanjutnya. Tentunya dengan persiapan yang akan lebih dimatangkan lagi,’’ pungkasnya. (*/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana