RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Bojonegoro genap berusia 349 tahun hari ini (20/10). Banyak pekerjaan rumah (PR) harus dituntaskan mulai pengentasan anak putus sekolah (ATS), masalah pertanian, hingga kesehatan. Tak ayal jika pemerintah kabupaten (pemkab) melalui kepala daerah harus memiliki target ke depan. Di antaranya sebagai daerah lumbung pangan hingga menjadi jujugan orang sakit.
"Saya ingin ke depan, branding Bojonegoro sebagai salah satu daerah lumbung pangan. Kedua, jadi daerah rujukan orang sakit," ujar Bupati Bojonegoro Setyo Wahono.
Baca Juga: RSUD Sosodoro Djatikoesoemo Raih Radar Bojonegoro Awards 2026, Dorong Transformasi Layanan Jantung
Dia meminta kepala dinas kesehatan (dinkes) segera mengorkestrasi seluruh rumah sakit (RS) agar tumbuh dan memperbaiki tata kelola termasuk instrumen dokter maupun spesifikasi unggulan yang ditonjolkan. Targetnya, kata dia, di 2027-2028 sudah ada passion di setiap rumah sakit. "Di 2027-2028 agar sudah ada passion-nya di mana," ujar Wahono.
Mengacu Satu Data Bojonegoro, Bojonegoro kini memiliki empat rumah sakit umum daerah (RSUD), antara lain RSUD Sosodoro Djatikoesoemo, RSUD Kepohbaru, RSUD Sumberrejo, dan RSUD Padangan. Serta, tujuh rumah sakit swasta dan 35 pusat kesehatan masyarakat (puskesmas).
Juga, tengah proses penyempurnaan operasional RSUD wilayah selatan tepatnya di Kecamatan Temayang atau RSUD Temayang dan calon rumah sakit dengan layanan unggulan kejiwaan di Kecamatan Kalitidu atau RSUD Kalitidu yang sebelumnya direncanakan sebagai rumah sakit onkologi berfokus pada kanker dan tumor. (yna/msu)
Editor : Farhan Reza Ardiansyah