Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Area Gagak Rimang Dimanfaatkan untuk Parkir Truk

A
Penulis: Achmad Syaeroyzi❯
UNTUK PARKIR TRUK: Kondisi Terminal Gagak Rimang Tipe B yang Saat ini di manfaatkan Parkir. (ACHMAD SYAEROYZI/RDR.BJN)
UNTUK PARKIR TRUK: Kondisi Terminal Gagak Rimang Tipe B yang Saat ini di manfaatkan Parkir. (ACHMAD SYAEROYZI/RDR.BJN)

Advertisement

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Sepinya aktivitas di Terminal Tipe B Gagak Rimang, Blora, membuat sebagian area terminal dimanfaatkan sebagai lokasi parkir kendaraan, terutama truk sumbu tiga. Langkah ini menjadi salah satu upaya mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas terminal yang belum kembali ramai.

Koordinator Terminal Tipe B Gagak Rimang, Supandi, mengatakan, rata-rata terdapat sekitar lima kendaraan yang memanfaatkan fasilitas parkir setiap hari. Mayoritas merupakan truk sumbu tiga yang mengangkut berbagai muatan, mulai tebu hingga semen.

"Jumlah kendaraan yang parkir memang bervariasi. Namun, yang paling sering adalah truk sumbu tiga," ujarnya.

Advertisement

Menurut Supandi, penempatan kendaraan telah diatur agar tidak mengganggu aktivitas angkutan umum. Truk dan kendaraan lainnya diarahkan ke sisi timur terminal, sedangkan sisi barat tetap difungsikan untuk aktivitas bus.

"Untuk truk dan kendaraan lainnya kami tempatkan di sisi timur terminal. Sisi barat tetap digunakan untuk aktivitas bus," jelasnya.

Advertisement

Adapun tarif parkir yang diberlakukan bervariasi sesuai jenis kendaraan. Sepeda motor dikenakan tarif Rp 2 ribu, mobil Rp 3 ribu, dan kendaraan roda empat lebih Rp 4 ribu. Sementara itu, kendaraan yang menginap dikenakan tarif Rp 20 ribu.

Supandi menjelaskan, pungutan tersebut mengacu pada Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Jawa Tengah Nomor 12 Tahun 2023 juncto Peraturan Gubernur (Pergub) Jawa Tengah Nomor 35 Tahun 2024. Seluruh retribusi yang terkumpul langsung disetorkan ke rekening Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah.

"Retribusinya langsung ke rekening Pemprov Jateng. Kami hanya pengelola teknis di lapangan," terangnya.

Di sisi lain, aktivitas angkutan bus di Terminal Gagak Rimang juga belum menunjukkan keramaian seperti sebelum pandemi Covid-19. Saat ini, rata-rata hanya 10 hingga 15 bus yang masuk terminal setiap hari. (ozi/zim)

Advertisement
Editor : Farhan Reza Ardiansyah
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BojonegoroIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Terminal Gagak Rimang Blora Mangkrak: Penumpang Lebih Pilih Nak dan Turun di Kota

Terminal Gagak Rimang Blora Mangkrak: Penumpang Lebih Pilih Nak dan Turun di Kota

Terminal Tipe B Gagak Rimang Blora terlihat mangkrak, setiap hari tampak sepi aktivitas penumpang bus. Aktivitas bus dan penumpang justru terkonsentrasi di kawasan eks Stasiun Blora.

Terminal di Kabupaten Blora Kian Sepi, PAD Baru Tercapai 59 Persen

Terminal di Kabupaten Blora Kian Sepi, PAD Baru Tercapai 59 Persen

Aktivitas terminal tipe C di Kabupaten Blora kian sepi. Kondisi tersebut turut berdampak terhadap penerimaan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor retribusi terminal.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer