Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pemkab Blora Bakal Cek Program OPD

R
Ilustrasi stunting. (AINUR OCHIEM/RDR.BJN)
Ilustrasi stunting. (AINUR OCHIEM/RDR.BJN)

Advertisement

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Temuan kasus baru stunting pada bayi usia 0–5 bulan hingga September 2026 menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora. Kondisi ini mendorong penguatan upaya pencegahan sejak dini, terutama melalui deteksi risiko pada ibu hamil dan pendampingan bayi.

Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Blora Sri Setyorini, yang akrab disapa Bu Dhe Rini, menegaskan penanganan stunting tidak boleh berhenti pada program dan laporan administratif. Intervensi harus dilakukan sejak dini agar masalah gizi tidak terlambat ditangani.

“Jangan sampai kita baru bergerak ketika masalah gizi sudah terjadi,” tegasnya.

Advertisement

Berdasarkan data semester I 2026, Kecamatan Kunduran, Jepon, Tunjungan, dan Cepu menjadi wilayah yang perlu mendapat perhatian dalam upaya penanganan stunting. Sementara itu, hingga September 2026, Kecamatan Kunduran mencatat temuan kasus baru stunting tertinggi.

Menurut Bu Dhe Rini, data tersebut harus menjadi pijakan bagi organisasi perangkat daerah (OPD) dalam menentukan program intervensi yang sesuai dengan kebutuhan di masing-masing wilayah.

Advertisement

“Data ini harus menjadi dasar bagi seluruh perangkat daerah dalam menentukan intervensi yang tepat sasaran,” ujarnya.

Dia juga meminta OPD yang mengalokasikan anggaran untuk penanganan stunting menunjukkan hasil pelaksanaan program secara terukur. Mulai capaian kegiatan, sasaran penerima manfaat, hingga dokumentasi pelaksanaan harus dapat dipertanggungjawabkan.

Bu Dhe Rini bahkan berencana mengecek langsung pelaksanaan program di lapangan untuk memastikan anggaran benar-benar digunakan sesuai sasaran. (hul/zim)

 

Advertisement
Editor : Farhan Reza Ardiansyah
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BojonegoroIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Bansos Stunting Baru Tersalur Separo

Bansos Stunting Baru Tersalur Separo

Penyaluran bantuan sosial (bansos) stunting di Bojonegoro 2026 belum tuntas. Dari total anggaran Rp 244,8 juta untuk 102 penerima, baru separo anggaran yang tel

Rp244 Juta Digelontorkan untuk Bansos Stunting

Rp244 Juta Digelontorkan untuk Bansos Stunting

Tahun ini pemkab mengalokasikan anggaran sebesar Rp244,8 juta untuk bantuan sosial (bansos) stunting. Dana tersebut akan disalurkan kepada 102 anak yang telah ditetapkan sebagai penerima manfaat.

Kerugian Kebakaran Pasar Randublatung Rp 1,3 Miliar

Kerugian Kebakaran Pasar Randublatung Rp 1,3 Miliar

Kejadian pahit menimpa Blora 24 tahun silam. Berdasar arsip Koran Jawa Pos Radar Bojonegoro edisi 27 Oktober 2002, terjadi kebakaran Pasar Induk Randublatung Jalan Raya Randublatung Cepu sekitar pukul 01.00 pada 26 Oktober 2002. 

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer