Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Warga Sekar Siap Pulihkan Hutan Gundul

Y
GUNDUL: Kawasan hutan di Bojonegoro bagian selatan ini terlihat gundul, rawan terjadi longsor dan banjir bandang saat musim hujan. (YANA DWI KURNIYA WATI/RADAR BOJONEGORO)
GUNDUL: Kawasan hutan di Bojonegoro bagian selatan ini terlihat gundul, rawan terjadi longsor dan banjir bandang saat musim hujan. (YANA DWI KURNIYA WATI/RADAR BOJONEGORO)

Advertisement

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Kondisi lahan hutan yang kian gersang di wilayah selatan Bojonegoro mendorong Pemerintah Desa (Pemdes) Bobol, Kecamatan Sekar, mengambil langkah penghijauan secara mandiri. Melibatkan sekitar 2.600 kepala keluarga (KK), program tersebut menargetkan penanaman sedikitnya 130 ribu pohon buah untuk memulihkan tutupan vegetasi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Kepala Desa Bobol Saimo mengatakan, setiap keluarga di desanya diinstruksikan menanam minimal 50 pohon buah yang tidak perlu ditebang ketika masa panen tiba. Penanaman direncanakan dimulai saat musim hujan, yang diperkirakan berlangsung pada akhir November atau awal Desember 2026.

Menurut Saimo, kondisi lahan hutan yang minim tutupan vegetasi menjadi salah satu persoalan lingkungan yang perlu mendapat perhatian serius. Karena itu, penghijauan diharapkan menjadi langkah nyata untuk memulihkan kondisi hutan dan mengurangi dampak panas yang dirasakan masyarakat.

Advertisement

"Panas di Bojonegoro salah satunya disumbang dari gundulnya lahan hutan di wilayah selatan, termasuk Kecamatan Sekar. Jadi, kita ingin memulihkan hutan kita yang dulu agar ke depan Bojonegoro bisa kembali adem,” terang Saimo, Sabtu (24/10).

Antusiasme warga mulai terlihat menjelang pelaksanaan program. Sejumlah keluarga bahkan telah membeli dan menyemai bibit secara mandiri. Pemdes Bobol juga memberikan keleluasaan kepada warga untuk memilih jenis pohon buah sesuai keinginan dan kondisi lahan masing-masing.

Advertisement

"Sekarang banyak warga sudah mulai membeli atau menyemai bibit pohon yang akan ditanam. Kami bebaskan warga untuk memilih pohon yang akan ditanam," tambahnya.

Program penghijauan ini akan menyasar lahan garapan masyarakat di kawasan hutan yang masuk dalam skema Kawasan Hutan dengan Pengelolaan Khusus (KHDPK) dari Kementerian Kehutanan. Luas lahan yang menjadi sasaran penanaman diperkirakan mencapai 400 hektare.

Warga yang mengelola lahan hutan akan menanam pohon buah di area garapan masing-masing. Dengan demikian, masyarakat diharapkan memiliki tanggung jawab lebih besar untuk merawat pohon yang ditanam.

"Rencana kami, setiap kepala keluarga yang mengelola kawasan hutan menanam pohon buah di wilayah garapan mereka," jelasnya.

Anggota kelompok tani hutan setempat, Didik, menyambut positif rencana tersebut. Menurut dia, penghijauan perlu diperluas untuk merespons kondisi lahan di wilayah selatan Bojonegoro, khususnya Kecamatan Sekar, yang dinilai semakin tandus. (yna/zim)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BojonegoroIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer