Berapa Jam Balita Harus Tidur? Ini Durasi Tidur yang Ideal Sesuai Usianya

Andhika Feriawan • Dipublikasikan Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:50 WIB
Tidur yang cukup dan ideal anak dapat membantu tumbuh kembang anak. (MAGNIFIC/ANDHIKA FERIAWAN/RADAR BOJONEGORO)
Tidur yang cukup dan ideal anak dapat membantu tumbuh kembang anak. (MAGNIFIC/ANDHIKA FERIAWAN/RADAR BOJONEGORO)

RADARBOJONEGORO.JAWPAOS.COM - Tidur merupakan bagian penting dalam tumbuh kembang anak, termasuk balita. Tidak hanya membantu tubuh beristirahat, tidur yang cukup juga berperan dalam mendukung perkembangan otak, daya tahan tubuh, suasana hati, hingga kemampuan anak dalam belajar dan beraktivitas.

Namun, kebutuhan tidur setiap anak dapat berbeda. Usia menjadi salah satu faktor utama yang menentukan berapa lama waktu tidur yang dibutuhkan balita dalam sehari.

Lantas, berapa jam balita sebaiknya tidur? Berikut durasi tidur yang dapat menjadi panduan berdasarkan kelompok usia.

1. Usia 1–2 Tahun

Anak berusia 1 hingga 2 tahun umumnya membutuhkan sekitar 11–14 jam tidur dalam sehari, termasuk tidur malam dan tidur siang.

Baca Juga: Penting! Ini 5 Kesalahan Orang Tua yang Sering Dilakukan Saat Mengasuh Anak Balita

Pada usia ini, sebagian anak masih membutuhkan satu kali tidur siang. Orang tua dapat membuat jadwal tidur yang konsisten agar anak terbiasa beristirahat pada waktu yang sama setiap hari.

2. Usia 3–5 Tahun

Memasuki usia 3 hingga 5 tahun, kebutuhan tidur anak sedikit berkurang menjadi sekitar 10–13 jam per hari, termasuk tidur siang.

Sebagian anak usia prasekolah masih membutuhkan tidur siang, sementara sebagian lainnya mulai tidak tidur siang. Yang terpenting adalah total waktu tidur dalam 24 jam tetap mencukupi.

Mengapa Tidur yang Cukup Penting bagi Balita?

Tidur yang cukup dapat membantu mendukung berbagai aspek perkembangan anak. Selama tidur, tubuh melakukan berbagai proses pemulihan dan perkembangan yang penting.

Beberapa manfaat tidur yang cukup antara lain:

Sebaliknya, anak yang kurang tidur dapat menjadi lebih mudah rewel, sulit berkonsentrasi, mengantuk pada siang hari, atau mengalami perubahan suasana hati.

Tips Membantu Balita Tidur Lebih Nyenyak

Agar kebutuhan tidur anak terpenuhi, orang tua dapat menerapkan rutinitas tidur yang konsisten. Biasakan anak tidur dan bangun pada waktu yang relatif sama setiap hari.

Baca Juga: Sering Tantrum? Kenali Penyebab dan Cara Menghadapi Emosi Anak Balita

Selain itu, ciptakan suasana kamar yang nyaman, redup, dan tenang. Aktivitas yang terlalu merangsang, termasuk penggunaan gawai menjelang waktu tidur, sebaiknya dibatasi.

Orang tua juga dapat membuat rutinitas sebelum tidur seperti mandi, mengganti pakaian tidur, membaca buku cerita, kemudian mematikan lampu. Rutinitas yang dilakukan secara konsisten dapat membantu anak mengenali bahwa waktunya sudah mendekati jam tidur.

Jangan Hanya Melihat Durasi Tidur

Meski jumlah jam tidur penting, kualitas tidur juga perlu diperhatikan. Anak yang tidur cukup tetapi sering terbangun atau tampak sangat lelah pada siang hari mungkin membutuhkan perhatian lebih lanjut.

Jika anak mengalami gangguan tidur yang berlangsung terus-menerus, mendengkur keras, mengalami kesulitan bernapas ketika tidur, atau tampak sangat mengantuk pada siang hari, orang tua sebaiknya berkonsultasi dengan dokter anak.

Pada akhirnya, kebutuhan tidur balita tidak hanya ditentukan oleh angka, tetapi juga kondisi dan kebutuhan masing-masing anak. Dengan jadwal tidur yang teratur serta lingkungan tidur yang nyaman, orang tua dapat membantu memastikan anak memperoleh waktu istirahat yang cukup untuk mendukung tumbuh kembangnya. (*)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
tidur kesehatan anak perkembangan orang tua