RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Musim kemarau tak hanya membuat kulit wajah terasa lebih kering atau bibir mudah pecah-pecah. Banyak orang juga mulai merasakan kulit kecil di samping kuku mengelupas, terasa perih, bahkan sering tersangkut pada pakaian. Meski tampak sepele, kondisi ini memiliki nama dalam dunia medis, yaitu hangnail.
Tak sedikit orang menganggap hangnail hanyalah kulit mati yang bisa langsung ditarik. Padahal, kebiasaan tersebut justru dapat menyebabkan luka yang lebih besar, memicu perdarahan, hingga meningkatkan risiko infeksi pada kulit di sekitar kuku. Dermatolog menjelaskan, salah satu penyebab hangnail yang paling umum adalah kulit yang terlalu kering, kondisi yang memang lebih sering terjadi saat musim kemarau karena kelembapan udara menurun.
Baca Juga: Musim Kemarau Diam-Diam Merusak Skin Barrier, Dermatolog Ungkap 7 Tanda yang Sering Diabaikan
Apa Itu Hangnail?
Hangnail adalah sobekan kecil pada kulit di tepi kuku, tepatnya di area kutikula atau lipatan kulit yang mengelilingi kuku. Meski namanya mengandung kata nail (kuku), yang mengalami robekan sebenarnya bukan kukunya, melainkan kulit di sekitarnya.
Ukurannya biasanya hanya beberapa milimeter, tetapi dapat menimbulkan rasa nyeri, terutama ketika tersentuh atau tersangkut kain. Jika dibiarkan atau ditarik secara paksa, hangnail juga dapat menjadi pintu masuk bakteri sehingga memicu infeksi.
Mengapa Hangnail Lebih Sering Muncul Saat Musim Kemarau?
Musim kemarau identik dengan kelembapan udara yang lebih rendah. Kondisi ini membuat air pada lapisan kulit lebih cepat menguap sehingga kulit menjadi kering dan kehilangan elastisitas.
Kulit di sekitar kuku termasuk area yang tipis dan minim kelenjar minyak. Saat kelembapannya berkurang, kulit lebih mudah retak dan membentuk sobekan kecil yang dikenal sebagai hangnail.
Baca Juga: Ragam Manfaat Mengonsumsi Lidah Buaya Bagi Kesehatan dan Aturan Amannya
Selain faktor cuaca, ada beberapa kebiasaan yang dapat memperburuk kondisi tersebut, antara lain:
-
Terlalu sering mencuci tangan menggunakan sabun.
-
Sering memakai hand sanitizer berbahan dasar alkohol.
-
Mencuci piring atau pakaian tanpa sarung tangan.
-
Kebiasaan menggigit kuku atau mengelupas kutikula.
-
Jarang menggunakan pelembap tangan.
Kombinasi faktor-faktor tersebut membuat hangnail lebih mudah muncul, terutama pada musim kemarau.
Jangan Asal Menarik Hangnail
Saat melihat kulit yang mengelupas di dekat kuku, banyak orang secara refleks langsung menariknya. Kebiasaan ini sebaiknya dihindari.
Menarik hangnail dapat menyebabkan sobekan kulit menjadi lebih panjang sehingga rasa nyeri bertambah. Luka yang terbuka juga lebih mudah terpapar bakteri dan kotoran, meningkatkan risiko terjadinya paronikia, yaitu infeksi pada kulit di sekitar kuku.
Tanda-tanda infeksi yang perlu diwaspadai meliputi kemerahan yang semakin luas, bengkak, terasa hangat, nyeri berdenyut, hingga muncul nanah.
Cara Mengatasi Hangnail dengan Benar
Jika hangnail sudah muncul, langkah pertama adalah tidak menariknya dengan tangan.
Gunakan gunting kuku kecil atau cuticle nipper yang bersih untuk memotong bagian kulit yang terangkat hingga rata dengan permukaan kulit. Setelah itu, oleskan pelembap atau petroleum jelly untuk membantu menjaga kelembapan area tersebut.
Bila kulit terasa perih atau mulai memerah, bersihkan menggunakan air mengalir dan sabun lembut, kemudian keringkan dengan handuk bersih. Jika muncul tanda-tanda infeksi, segera periksakan diri ke dokter agar mendapatkan penanganan yang sesuai.
Baca Juga: Wajib Tahu! Ini Makanan yang Perlu Dihindari Penderita Asam Lambung
Cara Mencegah Hangnail Saat Musim Kemarau
Mencegah hangnail sebenarnya cukup sederhana dan dapat dimulai dari kebiasaan sehari-hari.
1. Gunakan pelembap tangan secara rutin
Oleskan hand cream atau pelembap setiap selesai mencuci tangan agar kulit tidak kehilangan kelembapan.
2. Jangan menggigit kuku atau kutikula
Kebiasaan ini dapat merusak lapisan pelindung kulit di sekitar kuku dan memicu terbentuknya hangnail.
3. Gunakan sarung tangan saat mencuci
Paparan air dan deterjen dalam waktu lama dapat membuat kulit semakin kering.
4. Minum air yang cukup
Hidrasi tubuh yang baik membantu menjaga kesehatan kulit, termasuk kulit di sekitar kuku.
5. Konsumsi makanan bergizi
Makanan yang kaya vitamin C, vitamin E, protein, dan lemak sehat seperti telur, ikan, alpukat, kacang-kacangan, serta buah dan sayuran dapat mendukung kesehatan kulit dari dalam.
Kapan Harus ke Dokter?
Sebagian besar hangnail dapat sembuh sendiri dengan perawatan sederhana di rumah. Namun, pemeriksaan ke dokter diperlukan apabila:
-
Nyeri semakin berat.
-
Area sekitar kuku membengkak.
-
Keluar nanah.
-
Kemerahan menyebar.
-
Keluhan tidak membaik dalam beberapa hari.
Penanganan lebih dini penting untuk mencegah infeksi menyebar ke jaringan di sekitar kuku.
Jangan Anggap Sepele Kulit Mengelupas di Dekat Kuku
Hangnail memang terlihat sebagai masalah kecil, tetapi jika dibiarkan atau ditangani dengan cara yang salah, kondisinya dapat berkembang menjadi infeksi yang mengganggu aktivitas sehari-hari.
Menjaga kelembapan kulit, menghindari kebiasaan menarik kulit yang mengelupas, serta merawat tangan secara rutin menjadi langkah sederhana yang efektif untuk mencegah hangnail, terutama selama musim kemarau ketika kulit lebih mudah kehilangan kelembapan. Dengan perawatan yang tepat, kulit di sekitar kuku tetap sehat, tidak mudah sobek, dan terhindar dari risiko infeksi. (kam/bgs)
Editor : Hakam Alghivari