RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Radang tenggorokan merupakan salah satu penyakit yang paling sering dialami masyarakat, terutama saat musim pancaroba.
Banyak orang menganggap kondisi ini hanya sebagai sakit tenggorokan biasa sehingga memilih mengabaikannya. Padahal, bahaya radang tenggorokan dapat menjadi serius apabila penyebabnya adalah infeksi bakteri dan tidak mendapatkan penanganan yang tepat.
Selain menyebabkan rasa nyeri saat menelan, radang tenggorokan juga dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, menurunkan nafsu makan, hingga memicu komplikasi pada organ lain jika terlambat diobati.
Apa Itu Radang Tenggorokan?
Radang tenggorokan atau faringitis adalah peradangan pada bagian belakang tenggorokan (faring). Kondisi ini paling sering disebabkan oleh infeksi virus, seperti virus influenza atau virus penyebab flu biasa.
Baca Juga: Hati-Hati! Ini 5 Tanda Awal Asam Urat yang Sering Diabaikan dan Bisa Sebabkan Radang Sendi Parah
Namun, sekitar sebagian kecil kasus disebabkan oleh infeksi bakteri, terutama bakteri Streptococcus pyogenes, yang memerlukan penanganan medis berupa antibiotik sesuai anjuran dokter.
Selain infeksi, radang tenggorokan juga dapat dipicu oleh alergi, polusi udara, asap rokok, udara yang terlalu kering, hingga naiknya asam lambung (GERD).
Penyebab Radang Tenggorokan
Beberapa penyebab radang tenggorokan yang paling umum meliputi:
- Infeksi virus flu dan pilek.
- Infeksi bakteri streptokokus.
- Paparan asap rokok.
- Polusi udara.
- Alergi terhadap debu atau serbuk sari.
- Kebiasaan berbicara terlalu keras atau terlalu lama.
- Konsumsi makanan atau minuman yang terlalu panas.
- Penyakit asam lambung (GERD).
Mengetahui penyebabnya penting agar pengobatan yang diberikan sesuai dengan kondisi yang dialami.
Gejala Radang Tenggorokan yang Perlu Diwaspadai
Gejala radang tenggorokan dapat muncul secara ringan hingga berat. Beberapa tanda yang paling sering dirasakan antara lain:
- Tenggorokan terasa sakit saat menelan.
- Rasa gatal atau kering pada tenggorokan.
- Suara menjadi serak.
- Batuk.
- Demam.
- Hidung tersumbat atau pilek.
- Pembengkakan kelenjar di leher.
- Amandel tampak merah dan membengkak.
Apabila radang tenggorokan disebabkan oleh infeksi bakteri, gejalanya sering kali muncul lebih mendadak, disertai demam tinggi dan bercak putih pada amandel.
Bahaya Radang Tenggorokan Jika Dibiarkan
Meski sering sembuh sendiri, bahaya radang tenggorokan tidak boleh diremehkan. Bila penyebabnya adalah infeksi bakteri dan tidak diobati dengan benar, kondisi ini dapat memicu berbagai komplikasi, seperti:
- Infeksi telinga.
- Infeksi sinus.
- Abses di sekitar amandel.
- Demam rematik yang dapat memengaruhi jantung, sendi, dan sistem saraf.
- Peradangan ginjal tertentu setelah infeksi streptokokus.
- Dehidrasi akibat kesulitan menelan makanan maupun minuman.
Karena itu, pemeriksaan ke tenaga kesehatan sangat dianjurkan jika gejala semakin berat atau tidak kunjung membaik.
Cara Mengobati Radang Tenggorokan
Cara mengobati radang tenggorokan bergantung pada penyebabnya.
Untuk kasus akibat virus, penderita dapat melakukan perawatan mandiri di rumah, seperti:
- Memperbanyak minum air putih.
- Istirahat yang cukup.
- Berkumur menggunakan air garam hangat.
- Mengonsumsi makanan bertekstur lembut.
- Menghindari makanan pedas dan terlalu panas.
- Tidak merokok.
- Mengonsumsi obat pereda nyeri sesuai petunjuk penggunaan bila diperlukan.
Sementara itu, apabila penyebabnya adalah infeksi bakteri, dokter dapat memberikan antibiotik. Antibiotik harus dikonsumsi hingga habis sesuai resep untuk mencegah komplikasi dan kekambuhan.
Kapan Harus Segera ke Dokter?
Segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami:
- Demam tinggi lebih dari 38,5 derajat Celsius.
- Sulit bernapas.
- Sulit menelan hingga tidak bisa makan atau minum.
- Nyeri tenggorokan tidak membaik setelah beberapa hari.
- Pembengkakan besar pada leher.
- Muncul nanah atau bercak putih pada amandel.
Penanganan dini dapat membantu mencegah komplikasi yang lebih serius.
Cara Mencegah Radang Tenggorokan
Pencegahan menjadi langkah terbaik agar terhindar dari radang tenggorokan. Beberapa cara yang dapat dilakukan antara lain:
- Rajin mencuci tangan.
- Menggunakan masker saat berada di tempat berdebu atau ketika sedang sakit.
- Menghindari asap rokok.
- Mengonsumsi makanan bergizi.
- Berolahraga secara rutin.
- Tidur yang cukup.
- Memenuhi kebutuhan cairan tubuh setiap hari.
- Tidak berbagi alat makan dan minum dengan orang lain.
Dengan menjaga daya tahan tubuh dan menerapkan pola hidup bersih serta sehat, risiko terkena radang tenggorokan dapat dikurangi.
Kesimpulan
Radang tenggorokan memang sering dianggap sebagai penyakit ringan. Namun, bahaya radang tenggorokan tidak boleh disepelekan karena dapat menimbulkan komplikasi apabila penyebabnya adalah infeksi bakteri yang tidak ditangani dengan benar.
Mengenali penyebab, gejala, serta cara mengobati radang tenggorokan menjadi langkah penting agar proses penyembuhan berlangsung lebih cepat. Jangan ragu memeriksakan diri ke dokter apabila gejala semakin berat atau berlangsung lebih dari beberapa hari. (*)
Editor : Bhagas Dani Purwoko