RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Newcastle Disease (ND) atau yang dikenal sebagai tetelo merupakan salah satu penyakit paling berbahaya pada unggas, termasuk ayam petelur. Penyakit yang disebabkan oleh virus Newcastle Disease Virus (NDV) ini memiliki tingkat penularan yang sangat tinggi dan dapat menyebabkan kerugian besar akibat penurunan produksi telur hingga kematian ternak.
Virus ND dapat menyerang ayam dari berbagai umur. Penularannya terjadi melalui kontak langsung dengan ayam yang terinfeksi, udara, pakan, air minum, maupun peralatan kandang yang telah terkontaminasi virus. Oleh karena itu, peternak perlu mengenali gejala penyakit sejak dini agar penyebarannya dapat segera dikendalikan.
Ciri-Ciri Ayam Petelur Terkena Newcastle Disease
Salah satu tanda awal yang paling mudah dikenali adalah penurunan nafsu makan. Ayam petelur terlihat lesu, lebih banyak diam, dan tidak seaktif biasanya. Kondisi ini biasanya diikuti dengan penurunan konsumsi air serta penurunan bobot badan.
Gejala lain yang sering muncul adalah gangguan pernapasan, seperti batuk, bersin, ngorok, hingga kesulitan bernapas. Pada beberapa kasus, ayam petelur mengeluarkan lendir dari hidung dan mulut akibat infeksi yang menyerang saluran pernapasan.
Selain itu, produksi telur akan turun secara drastis. Ayam yang sebelumnya produktif dapat mengalami penurunan jumlah telur dalam waktu singkat. Tidak hanya jumlahnya berkurang, kualitas telur juga ikut menurun, seperti cangkang tipis, bentuk telur tidak normal, permukaan kasar, atau ukuran telur lebih kecil dari biasanya.
Baca Juga: 7 Tips Memelihara Ayam Petelur agar Sehat, Produktif, dan Rajin Bertelur
Pada infeksi yang lebih parah, virus menyerang sistem saraf sehingga ayam menunjukkan gejala neurologis. Ayam dapat mengalami leher terpuntir (tortikolis), kepala mendongak, tubuh gemetar, kehilangan keseimbangan, lumpuh pada sayap atau kaki, hingga berputar-putar sebelum akhirnya mati.
Gangguan pada saluran pencernaan juga dapat terjadi. Ayam biasanya mengalami diare berwarna hijau, feses menjadi lebih encer, serta kondisi tubuh semakin lemah akibat kehilangan cairan.
Dampak Newcastle Disease pada Ayam Petelur
Serangan Newcastle Disease tidak hanya meningkatkan angka kematian, tetapi juga menyebabkan kerugian ekonomi yang besar. Penurunan produksi telur dapat mencapai puluhan persen, sementara ayam yang berhasil sembuh sering kali membutuhkan waktu cukup lama untuk kembali berproduksi secara normal.
Apabila wabah tidak segera dikendalikan, virus dapat menyebar dengan cepat ke seluruh populasi dalam satu kandang, terutama pada peternakan dengan kepadatan tinggi dan biosekuriti yang kurang baik.
Cara Mencegah Newcastle Disease
Pencegahan merupakan langkah paling efektif dalam mengendalikan penyakit ini. Peternak dianjurkan melakukan vaksinasi sesuai jadwal, menjaga kebersihan kandang, membatasi keluar-masuk orang maupun kendaraan ke area peternakan, serta rutin melakukan desinfeksi peralatan.
Selain itu, ayam yang menunjukkan gejala sakit sebaiknya segera dipisahkan dari kelompok sehat untuk mengurangi risiko penularan. Bangkai ayam yang mati akibat dugaan Newcastle Disease juga harus dimusnahkan sesuai prosedur agar virus tidak menyebar ke lingkungan sekitar.
Newcastle Disease merupakan penyakit berbahaya yang sangat menular dan berpotensi menyebabkan kerugian besar pada usaha ayam petelur.
Gejala yang perlu diwaspadai meliputi penurunan nafsu makan, gangguan pernapasan, turunnya produksi telur, diare, hingga gangguan saraf seperti leher terpuntir dan kelumpuhan.
Dengan menerapkan vaksinasi yang tepat, biosekuriti yang ketat, serta deteksi dini terhadap gejala penyakit, peternak dapat meminimalkan risiko penyebaran Newcastle Disease dan menjaga produktivitas ayam petelur. (*)
Editor : Bhagas Dani Purwoko