RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Belakangan ini istilah body age atau usia tubuh semakin sering muncul di aplikasi kesehatan maupun timbangan pintar. Tak sedikit orang yang terkejut ketika mengetahui body age mereka ternyata lebih tua dibanding usia sebenarnya, sementara sebagian lainnya justru memiliki body age yang lebih muda.
Lantas, apa sebenarnya body age? Apakah angka tersebut benar-benar mencerminkan kondisi kesehatan seseorang? Berikut penjelasannya berdasarkan sumber-sumber kesehatan tepercaya.
Baca Juga: Waspada! Ini Daftar Makanan yang Sebaiknya Dihindari Penderita Diabetes
Apa Itu Body Age?
Secara sederhana, body age adalah perkiraan usia biologis tubuh, yaitu gambaran seberapa "tua" atau "muda" kondisi tubuh berdasarkan sejumlah indikator kesehatan. Berbeda dengan usia kronologis yang dihitung sejak seseorang lahir, usia biologis dapat berubah bergantung pada gaya hidup dan kondisi fisik.
Dilansir dari Cleveland Clinic, usia biologis menggambarkan seberapa cepat sel, jaringan, dan organ tubuh mengalami proses penuaan. Dalam banyak kasus, usia biologis dinilai lebih mampu menggambarkan kondisi kesehatan dibanding sekadar usia berdasarkan tanggal lahir.
Sementara itu, angka body age yang muncul pada timbangan pintar bukanlah diagnosis medis. Nilai tersebut merupakan hasil estimasi yang dihitung menggunakan algoritma berdasarkan komposisi tubuh, seperti persentase lemak, massa otot, hingga metabolisme basal.
Baca Juga: Menilik Sejuta Manfaat Jahe: Empon-Empon Ajaib Pereda Nyeri hingga Penjaga Imun
Bagaimana Cara Mengecek Body Age?
Ada beberapa cara untuk mengetahui body age, mulai dari metode sederhana hingga pemeriksaan yang lebih komprehensif.
1. Menggunakan Smart Scale
Cara paling praktis adalah memakai timbangan pintar (smart scale) yang menggunakan teknologi Bioelectrical Impedance Analysis (BIA). Alat ini mengirimkan arus listrik berdaya sangat rendah ke tubuh untuk memperkirakan komposisi tubuh.
Biasanya, hasil yang ditampilkan meliputi:
-
Body age.
-
Persentase lemak tubuh.
-
Massa otot.
-
Lemak viseral.
-
Massa tulang.
-
Kadar air tubuh.
-
Basal Metabolic Rate (BMR).
Meski praktis, hasilnya dapat berbeda antara satu merek dengan merek lainnya karena setiap produsen menggunakan algoritma yang berbeda.
2. Pemeriksaan Komposisi Tubuh di Klinik
Rumah sakit, klinik gizi, maupun pusat kebugaran umumnya memiliki alat analisis komposisi tubuh yang lebih akurat dibanding timbangan rumahan. Pemeriksaan ini biasanya disertai interpretasi dari tenaga kesehatan.
3. Pemeriksaan Usia Biologis Secara Menyeluruh
Menurut Cleveland Clinic, penilaian usia biologis tidak hanya melihat komposisi tubuh, tetapi juga dapat melibatkan pemeriksaan fungsi jantung, kekuatan otot, kapasitas paru-paru, kecepatan berjalan, hingga biomarker tertentu yang menunjukkan proses penuaan sel.
Apakah Body Age Bisa Dipercaya?
Body age dapat menjadi indikator awal untuk memantau kesehatan, tetapi hasilnya tidak boleh dijadikan satu-satunya acuan.
Baca Juga: 7 Tips Menjaga Kebugaran untuk Para Pekerja: Tetap Produktif Tanpa Mengorbankan Kesehatan
Harvard Health Publishing menjelaskan bahwa tidak ada satu ukuran yang mampu menggambarkan kesehatan tubuh secara menyeluruh. Penilaian komposisi tubuh sebaiknya dikombinasikan dengan ukuran lain, seperti lingkar pinggang, berat badan, tingkat aktivitas fisik, dan riwayat kesehatan agar hasilnya lebih akurat.
Karena itu, seseorang tidak perlu terlalu khawatir apabila body age sedikit lebih tinggi dari usia sebenarnya. Yang lebih penting adalah melihat perubahan angkanya dari waktu ke waktu bersamaan dengan perbaikan gaya hidup.
Faktor yang Memengaruhi Body Age
Body age dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain persentase lemak tubuh, massa otot, lemak viseral, berat badan, aktivitas fisik, pola makan, kualitas tidur, tingkat stres, kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol.
Menurut World Health Organization (WHO), pengukuran antropometri seperti berat badan, tinggi badan, lingkar pinggang, dan komposisi tubuh merupakan indikator penting untuk menilai status kesehatan dan gizi seseorang.
Baca Juga: Cara Mengatasi Sakit Kepala: Penyebab, Penanganan, dan Pencegahan
Cara Menurunkan Body Age
Body age bukan angka yang bersifat permanen. Dengan perubahan gaya hidup, usia biologis tubuh dapat menjadi lebih muda.
Beberapa langkah yang direkomendasikan para ahli antara lain:
-
Rutin melakukan aktivitas fisik, termasuk latihan kekuatan dan latihan aerobik.
-
Mengonsumsi makanan bergizi seimbang yang kaya sayur, buah, protein tanpa lemak, dan biji-bijian utuh.
-
Menjaga berat badan tetap ideal.
-
Tidur selama 7–9 jam setiap malam.
-
Mengelola stres dengan baik.
-
Menghindari rokok dan membatasi konsumsi alkohol.
-
Melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Menurut Cleveland Clinic, aktivitas fisik secara rutin membantu memperlambat penurunan fungsi tubuh akibat penuaan dan tetap memberikan manfaat kesehatan meski seseorang telah memasuki usia lanjut.
Body age merupakan estimasi usia biologis yang menggambarkan kondisi tubuh berdasarkan komposisi tubuh dan sejumlah indikator kesehatan. Meskipun bukan ukuran medis yang baku, body age dapat menjadi alat untuk memantau perubahan kondisi tubuh dari waktu ke waktu.
Daripada berfokus mengejar angka body age yang rendah, para ahli menyarankan untuk membangun kebiasaan hidup sehat secara konsisten. Dengan pola makan seimbang, olahraga teratur, tidur yang cukup, dan menghindari kebiasaan buruk, kondisi tubuh akan tetap bugar sehingga usia biologis berpeluang lebih muda dibanding usia kronologis. (kam/bgs)
Editor : Hakam Alghivari