RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Senyum tipis tersungging di wajah dr. Nur Aida Oktasari usai resmi dilantik sebagai pegawai negeri sipil (PNS) di Pendapa Kabupaten Blora. Dengan mata berkaca-kaca, perempuan berhijab hitam itu bergantian berfoto bersama Bupati Blora Arief Rohman dan Wakil Bupati Blora Sri Setyorini.
Di balik suasana haru tersebut, tersimpan tekad besar perempuan asal Blora itu. Dia ingin menjadi dokter spesialis kulit dan kelamin yang mengabdi di tanah kelahirannya sendiri.
Saat ini, Nur Aida tengah menempuh Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) bidang kulit dan kelamin di Universitas Gadjah Mada. Dia dipersiapkan menjadi dokter spesialis kulit dan kelamin untuk memenuhi kebutuhan layanan kesehatan di RSUD Blora.
“Memang sejak kecil ingin jadi dokter. Setelah lulus kedokteran umum, saya diarahkan untuk lanjut spesialis kulit dan kelamin,” ujarnya kepada Radar Bojonegoro.
Baca Juga: Kasus Bunuh Diri Marak di Kota Sate, Tapi Blora Hanya Punya Dua Psikolog Klinis
Usai menjalani masa magang, Nur Aida mendapat dorongan dari pihak rumah sakit untuk mengambil spesialis kulit dan kelamin. Pasalnya, kebutuhan dokter spesialis di RSUD Blora, RSUD Cepu, dan RSUD Randublatung masih belum terpenuhi.
Namun, bukan hanya kebutuhan tenaga medis yang membuatnya mantap memilih bidang tersebut. Tingginya kasus kusta atau lepra di Blora juga menjadi alasan kuat baginya untuk mengabdi.
“Angka kusta di Blora masih belum terkontrol. Dari situ saya merasa tergerak untuk ikut menangani kasus-kasus kusta di daerah sendiri,” katanya. (hul/zim)
Editor : Yuan Edo Ramadhana