RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Dinas Kesehatan (Dinkes) Bojonegoro mencatat belum ada kasus campak terkonfirmasi sepanjang Januari hingga awal April 2026. Namun, puluhan kasus terduga campak mulai ditemukan dan masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bojonegoro Ninik Susmiati menyebut, hingga Kamis (9/4) belum ada kasus penyakit campak di Kota Ledre. Meski demikian, terdapat 30 kasus suspek campak yang telah dikirim untuk uji laboratorium di Surabaya.
“Januari sampai April ini belum ada kasus campak di Bojonegoro. Namun ada kasus terduga campak 30 kasus, sudah kami kirim sampel untuk dilakukan pemeriksaan di Labkesmas Surabaya,” ungkapnya.
Selain itu, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk memastikan status kasus-kasus tersebut. "Hasilnya belum keluar sampai dengan sekarang," terangnya, Kamis (9/4) kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro.
Meski belum ada kasus terkonfirmasi, temuan puluhan suspek ini menjadi perhatian, mengingat campak merupakan penyakit menular yang dapat menyebar dengan cepat, terutama pada anak-anak.
Terpisah, Yulizar, dokter spesialis anak, mengaku secara pribadi belum menemui atau merawat pasien campak dalam beberapa waktu terakhir. Hal ini menunjukkan kasus belum banyak ditemukan di layanan kesehatan tertentu.
“Sejauh ini secara pribadi saya belum pernah merawat pasien campak,” ujar, Kamis (9/4). Dia menjelaskan, campak dapat menyerang semua kelompok usia, namun paling banyak ditemukan pada anak-anak usia dini.
“Bisa menyerang semua usia, hanya persentase terbanyak pada usia 1–4 tahun,” tambahnya. Masyarakat diimbau tetap waspada dan menjaga kesehatan, terutama pada anak-anak yang menjadi kelompok rentan terhadap penularan. (kam/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana