Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Puasa Sehat tanpa Anemia

Muhammad Suaeb • Kamis, 26 Februari 2026 | 08:30 WIB

Diah Sekar Haruni, Dosen S-1 Gizi STIKes Muhammadiyah Bojonegoro
Diah Sekar Haruni, Dosen S-1 Gizi STIKes Muhammadiyah Bojonegoro

 

Oleh:
Diah Sekar Haruni
Dosen S-1 Gizi STIKes Muhammadiyah Bojonegoro

 

RAMADAN adalah momen istimewa untuk meningkatkan kualitas ibadah sekaligus memperbaiki pola hidup. Namun, perubahan jadwal makan saat puasa dapat berdampak pada asupan zat gizi, termasuk zat besi yang berperan penting dalam pembentukan hemoglobin (Hb).

Jika asupan tidak terpenuhi, risiko anemia atau kurang darah bisa meningkat. Kondisi ini ditandai dengan tubuh mudah lemas, pucat, pusing, dan sulit berkonsentrasi—tentu dapat mengganggu aktivitas dan ibadah.

Secara umum, pencegahan anemia saat puasa dapat dilakukan dengan memastikan menu sahur dan berbuka mengandung sumber zat besi yang cukup. Zat besi banyak ditemukan pada daging merah, hati, ayam, ikan, dan telur (zat besi heme yang lebih mudah diserap tubuh).

Sumber nabati seperti bayam, kacang-kacangan, tahu, dan tempe juga bermanfaat, terutama jika dikonsumsi bersama vitamin C dari buah seperti jeruk, jambu biji, atau pepaya untuk meningkatkan penyerapannya. Hindari minum teh atau kopi bersamaan dengan waktu makan karena dapat menghambat penyerapan zat besi.

Kelompok yang perlu perhatian ekstra adalah remaja putri dan ibu hamil. Remaja putri sering kali berisiko mengalami anemia karena masih dalam masa pertumbuhan sekaligus mengalami menstruasi setiap bulan. Sementara itu, ibu hamil membutuhkan zat besi lebih banyak untuk mendukung perkembangan janin dan menjaga kondisi tubuhnya sendiri.

Jadi, kalau merasa lebih cepat lelah atau sering pusing saat puasa, jangan diabaikan. Pastikan asupan makan terpenuhi dan tetap konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) sesuai anjuran tenaga kesehatan, meskipun sedang berpuasa.

Puasa bukanlah penghalang untuk tetap sehat dan bertenaga. Justru Ramadhan menjadi momen melatih kedisiplinan, termasuk dalam menjaga pola makan yang lebih berkualitas. Dalam Al-Qur’an Allah mengingatkan, “…dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan…” (QS. Al-Baqarah: 195).

Pesan ini mengajarkan bahwa menjaga kesehatan adalah bagian dari tanggung jawab kita. Dengan perencanaan menu yang tepat, pola makan seimbang, serta kepatuhan pada anjuran suplementasi bagi kelompok rentan, risiko anemia dapat dicegah. Ramadhan pun dapat dijalani dengan tubuh yang lebih prima dan ibadah yang lebih optimal. (*)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#kurang darah #ramadan #zat besi #darah #Asupan #kesehatan #puasa #anemia #ibu hamil #remaja putri #ibadah #pertumbuhan #Makanan