RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Vertigo adalah kondisi yang membuat penderitanya mengalami pusing hebat dan sensasi bahwa diri mereka atau lingkungan di sekitar mereka sedang berputar.
Sering kali disalahartikan sebagai penyakit, vertigo sebenarnya adalah sebuah gejala dari kondisi atau penyakit lain yang mendasarinya.
Dilansir dari laman AloDokter, Vertigo wajib diperiksa oleh dokter untuk menentukan penyebab pastinya.
Dengan begitu, penanganan yang tepat dapat diberikan untuk meredakan gejala dan mencegah kekambuhan.
Pembagian Jenis dan Penyebab Vertigo
Berdasarkan sumber penyebabnya, vertigo dibagi menjadi dua jenis utama: vertigo perifer dan vertigo sentral.
1. Vertigo Perifer (Paling Umum)
Vertigo perifer disebabkan oleh gangguan pada telinga bagian dalam, yaitu organ yang bertanggung jawab mengatur keseimbangan tubuh. Kondisi yang dapat memicu vertigo perifer meliputi:
• Benign Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV): Pusing berputar yang dipicu oleh perubahan posisi kepala secara tiba-tiba, seperti saat berbaring atau bangun.
• Labyrinthitis: Peradangan atau infeksi pada labirin telinga dalam.
• Penyakit Meniere: Gangguan telinga dalam yang memengaruhi pendengaran dan keseimbangan.
• Sindrom Ramsay Hunt: Kelumpuhan wajah yang disebabkan oleh virus, yang juga dapat memengaruhi telinga dan menyebabkan vertigo.
2. Vertigo Sentral (Lebih Serius)
Vertigo sentral terjadi akibat adanya gangguan pada otak atau sistem saraf pusat. Gangguan ini bisa disebabkan oleh kondisi serius, seperti:
• Stroke atau cedera pada batang otak.
• Cedera kepala atau leher yang parah.
• Tumor otak.
• Penyakit Parkinson
Gejala Vertigo: Berbeda dari Pusing Biasa
Vertigo dapat berlangsung selama beberapa menit hingga berjam-jam, tergantung pada tingkat keparahannya. Gejala utamanya adalah sensasi berputar yang intens, sering kali dipicu oleh gerakan atau perubahan posisi kepala.
Penting untuk membedakan vertigo dari pusing biasa (dizziness). Pusing biasa cenderung menimbulkan rasa melayang, goyah, atau tidak seimbang.
Sebaliknya, vertigo menyebabkan sensasi nyata bahwa ruangan di sekitar penderita sedang berputar kencang.
Selain sensasi berputar, vertigo juga dapat disertai gejala lain, seperti:
• Mual dan Muntah
• Gerakan mata abnormal (nystagmus)
• Telinga berdenging (tinnitus)
• Gangguan pendengaran
Kapan Harus Segera Mencari Pertolongan Dokter?
Segera konsultasikan kondisi Anda dengan dokter jika mengalami vertigo, terutama bila gejala tersebut berlangsung terus-menerus atau sering kambuh.
Pemeriksaan menyeluruh diperlukan karena dalam beberapa kasus, vertigo bisa menjadi indikasi adanya kondisi serius.
Cari bantuan medis darurat segera jika vertigo disertai dengan tanda atau gejala yang lebih serius, seperti:
• Anggota tubuh terasa lemah (misalnya, tangan atau kaki).
• Penglihatan kabur atau ganda.
• Kesulitan berbicara atau berjalan.
• Gerakan mata yang sangat tidak normal.
• Respons lambat atau kebingungan.
• Kesemutan atau mati rasa.
• Demam tinggi.
• Kehilangan kesadaran.
Komplikasi dan Penanganan Vertigo
Vertigo jarang sekali menimbulkan komplikasi yang mengancam jiwa. Namun, rasa pusing berputar yang ditimbulkannya sangat tidak nyaman dan dapat memicu hal-hal berikut:
1. Risiko Cedera: Penderita dapat kehilangan keseimbangan, meningkatkan risiko jatuh dan mengalami cedera fisik.
2. Gangguan Aktivitas: Vertigo dapat sangat mengganggu aktivitas sehari-hari, seperti bekerja atau mengemudi, karena sulitnya menjaga fokus.
Pengobatan dan Pencegahan
Penanganan medis oleh dokter akan disesuaikan dengan penyebab vertigo yang terdiagnosis.
Misalnya, vertigo akibat BPPV dapat ditangani dengan manuver reposisi kepala tertentu. Dokter juga mungkin meresepkan obat-obatan, seperti betahistine, untuk meredakan gejala.
Jika Anda sedang mengalami serangan vertigo, ada beberapa langkah pertolongan pertama yang bisa dilakukan untuk meredakan gejala:
• Kurangi gerakan kepala atau tubuh.
• Segera duduk atau berbaring saat serangan terjadi.
• Jangan mengubah posisi tubuh secara tiba-tiba.
• Hindari membaca atau melihat tulisan yang bergerak.
• Hindari cahaya yang terlalu terang.
Pencegahan vertigo berfokus pada menghindari faktor risiko. Khusus untuk vertigo sentral (misalnya yang disebabkan oleh stroke), sangat penting untuk menjaga kadar kolesterol, gula darah, dan tekanan darah tetap normal melalui gaya hidup dan pola makan sehat.
Untuk penyebab eksternal, gunakan helm saat berkendara atau alat pelindung saat berolahraga guna mencegah cedera kepala. (*)
Editor : Bhagas Dani Purwoko