RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ngawen 1 menjalani inspeksi kesehatan lingkungan dari Puskesmas Ngawen. Hasilnya dinilai sudah baik. Bahkan, menu-menu yang disajikan mendapatkan apresiasi dari Bupati Arief Rohman.
Petugas kesehatan lingkungan Puskesmas Ngawen, Elisa, menyebut dalam inspeksi itu pihaknya memeriksa operasional dapur makanan bergizi gratis (MBG) tersebut. “Kami menanyakan data umum SPPG Ngawen 1. Kemudian dilanjutkan dengan melihat proses pemasakan di dapur SPPG Ngawen 1,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro.
Dari pengecekan itu, proses pemasakan dinilai bagus dan sudah sesuai. Sehingga, tidak menjadi catatan yang perlu dibenahi. “Kami lihat bagus, sudah sesuai aturan formulir yang kami nilai,” tambahnya.
Selanjutnya, untuk penyimpanan peralatan memasak juga dianggap sudah baik. Termasuk tempat pencucian. “Semua ditaruh di rak, tidak ada yang di bawah. Penyimpanan baik,” tuturnya.
Terkait pembuangan limbah juga dinilai baik. Sebab, sudah ada resapan dan penampungan. Dengan demikian, limbah tidak mencemari lingkungan dan tidak ada sampah yang mengendap.
“Hanya ada beberapa kekurangan. Pertama, kelengkapan sarana, seperti wastafel. Kemudian, belum ada tata cara pengeringan. Semoga ini bisa ditingkatkan,” jelasnya.
Bupati Arief Rohman, beberapa waktu lalu juga mengecek beberapa sekolah untuk melihat menu MBG yang didistribusikan SPPG Ngawen 1. Melihat kondisi tersebut, Bupati Arief Rohman mengapresiasi pelaksanaan MBG di wilayah Kecamatan Ngawen, khususnya di sekolah layanan SPPG Ngawen 1. (hul/zim)
Editor : Yuan Edo Ramadhana