Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Jarang Disadari, Masalah Gusi Bisa Tingkatkan Risiko Serangan Jantung

Hakam Alghivari • Senin, 21 Juli 2025 | 06:00 WIB
Ilustrasi perempuan sakit gigi.
Ilustrasi perempuan sakit gigi.

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Banyak orang meremehkan kesehatan gusi, padahal dampaknya bisa sangat serius. Tak hanya soal napas tak sedap atau gigi goyang, penyakit gusi ternyata bisa berdampak jauh hingga ke organ vital seperti jantung.

Dalam beberapa penelitian medis, masalah periodontitis atau peradangan gusi telah dikaitkan dengan meningkatnya risiko penyakit jantung. Sayangnya, fakta ini masih belum banyak diketahui masyarakat.

Kesehatan mulut sering kali ditempatkan di urutan kesekian dalam prioritas hidup sehat. Kita terbiasa memperhatikan tekanan darah, kolesterol, atau pola makan saat berbicara tentang jantung, namun jarang yang menyadari bahwa gusi berdarah bisa menjadi alarm bahaya bagi sistem kardiovaskular kita.

Bagaimana Gusi yang Tidak Sehat Bisa Mempengaruhi Jantung?

Penyakit gusi, terutama periodontitis, merupakan infeksi kronis yang disebabkan oleh bakteri. Ketika plak menumpuk dan tidak dibersihkan dengan baik, bakteri berkembang biak dan memicu peradangan. Dalam kondisi kronis, bakteri ini bisa masuk ke dalam aliran darah melalui pembuluh darah kecil di dalam gusi.

Menurut tinjauan dalam Journal of Clinical Periodontology (2020), bakteri mulut seperti Porphyromonas gingivalis dapat masuk ke sirkulasi darah dan memicu inflamasi sistemik.

Peradangan inilah yang menjadi faktor risiko utama dalam pembentukan plak aterosklerotik penyempitan pembuluh darah akibat penumpukan lemak dan kolesterol yang pada akhirnya bisa menyebabkan serangan jantung atau stroke.

Selain itu, respon imun tubuh terhadap infeksi gusi dapat memperburuk kondisi pembuluh darah. Inflamasi kronis bisa merusak endotelium (lapisan dalam pembuluh darah), membuatnya lebih rentan terhadap penyumbatan. 

Apa Kata Studi Medis?

Berbagai penelitian mendukung hubungan erat antara kesehatan gusi dan jantung. Salah satunya adalah studi dari Harvard School of Public Health yang menemukan bahwa pria dengan penyakit periodontal memiliki risiko 25% lebih tinggi mengalami penyakit jantung koroner dibandingkan pria dengan gusi sehat.

Dalam jurnal Circulation dari American Heart Association (AHA), disebutkan bahwa infeksi periodontal meningkatkan kadar protein C-reaktif (CRP) dalam tubuh. CRP adalah penanda inflamasi yang tinggi kadarnya pada pasien penyakit jantung.

Walau para ilmuwan belum menyimpulkan hubungan sebab-akibat secara mutlak, konsistensi data korelasi ini cukup kuat untuk menjadi pertimbangan dalam strategi pencegahan penyakit jantung.

Kelompok Rentan dan Dampaknya

Orang yang memiliki kebiasaan merokok, diabetes, atau memiliki riwayat keluarga dengan penyakit jantung menjadi kelompok yang paling rentan terkena komplikasi, terlebih ketika juga mengalami penyakit gusi.

Pada pasien diabetes, peradangan gusi bisa memperburuk kontrol gula darah. Sebaliknya, tingginya kadar glukosa dalam darah juga membuat infeksi gusi lebih sulit disembuhkan.

Untuk ibu hamil, periodontitis yang tak ditangani dapat meningkatkan risiko preeklampsia serta kelahiran prematur. Meski ini tidak langsung berkaitan dengan jantung, tetapi menunjukkan betapa sistemik dampak dari penyakit gusi.

Gejala Awal yang Sering Diabaikan

Sebagian besar kasus periodontitis berkembang dari gingivitis ringan yang tidak ditangani. Beberapa gejala awal yang harus diwaspadai antara lain:

Jika gejala ini dibiarkan, peradangan bisa menjalar hingga ke tulang penyangga gigi, menyebabkan kerusakan permanen.

Merawat Gusi, Merawat Jantung

Kabar baiknya, penyakit gusi bisa dicegah dan dikontrol dengan langkah-langkah sederhana namun konsisten. Berikut beberapa cara efektif:

  1. Menyikat gigi dua kali sehari dengan pasta gigi berfluoride.

  2. Menggunakan benang gigi (dental floss) untuk membersihkan sela-sela gigi yang tidak terjangkau sikat.

  3. Berkumur dengan obat kumur antiseptik, terutama jika rentan terhadap plak dan radang.

  4. Kontrol rutin ke dokter gigi setiap 6 bulan, atau lebih sering jika memiliki riwayat masalah gusi.

  5. Hindari merokok, karena nikotin memperparah inflamasi gusi dan memperlambat proses penyembuhan.

Menjaga kebersihan mulut bukan hanya soal estetika, melainkan investasi kesehatan jangka panjang. Terutama untuk mereka yang memiliki faktor risiko penyakit jantung, perawatan gusi yang baik bisa menjadi langkah pencegahan dini yang sangat efektif.

Di balik senyum yang sehat ternyata tersimpan peran besar bagi kesehatan jantung. Penyakit gusi tidak lagi bisa dianggap sepele jika melihat dampaknya yang begitu luas terhadap sistem kardiovaskular. Masyarakat perlu lebih sadar bahwa menjaga mulut bersih bukan hanya menghindari sakit gigi, tapi juga menjaga detak jantung tetap stabil.

Maka dari itu, mulailah perhatian dari hal kecil. Cek kondisi gusi Anda, perhatikan kebersihan gigi, dan jangan menunda ke dokter gigi hanya karena tidak terasa sakit. Bisa jadi, itulah yang justru menyelamatkan dari risiko yang lebih besar. (kam) 

Editor : Hakam Alghivari
#penyakit jantung #peradangan #gusi