RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Kesehatan otak menjadi perhatian penting bagi banyak orang, terutama di tengah meningkatnya kasus penurunan fungsi kognitif dan penyakit neurodegeneratif seperti demensia dan Alzheimer.
Berbagai penelitian ilmiah menunjukkan bahwa asupan makanan bergizi berperan besar dalam menjaga kesehatan otak dan mendukung fungsi kognitif sepanjang hidup.
Menurut artikel rilisan Kementerian Kesehatan RI, otak membutuhkan asupan gizi seimbang, terutama nutrisi tertentu seperti antioksidan, asam lemak omega-3, vitamin, dan mineral, untuk mendukung aktivitas sel saraf dan mencegah kerusakan akibat radikal bebas.
Ikan Laut Bantu Jaga Susunan Otak
Ikan berlemak seperti salmon, sarden, dan makarel mengandung DHA yang merupakan komponen struktural utama jaringan saraf. Penelitian yang diterbitkan di Journal of Alzheimer's Disease 2020 silam menyebut bahwa konsumsi rutin ikan berlemak kaya DHA membantu mengurangi risiko penurunan kognitif, karena kandungan DHA berperan dalam menjaga struktur dan fungsi membran sel otak.
Selain itu Konsumsi ikan 2-3 porsi per minggu meningkatkan volume hippocampus (pusat memori) sebesar 14 persen. Perubahan ini paling nampak pada orang dewasa usia 45 hingga 64 tahun, sehingga konsumsi ikan sangat disarankan menjelang usia senja.
Buah dan Sayur Bantu Remajakan Otak
Banyak buah dan sayur mengandung antioksidan yang membantu melepas stres dan menjaga otak agar tetap segar, seperti beri-berian, sayuran hijau dan brokoli. Menurut studi dari Universitas Tufts pada 2021 silam, kandungan flavonoid dalam beri-berian seperti buah stroberi mampu melindungi sel otak dari kerusakan oksidatif yang menjadi salah satu penyebab utama penuaan otak.
Kemudian konsumsi sayuran hijau juga turut memperlambat pelambatan kognitif, serta membantu menghilangkan tekanan dalam cairan cerebrospinal di tulang punggung. Vitamin K dalam sayuran hijau berfungsi untuk membantu pembekuan darah, sehingga membantu otak dan saraf tetap segar dengan mengurangi inflamasi di bagian tubuh tersebut.
Kacang-kacangan Bantu Otak Lepas Stres
Kacang-kacangan seperti almond dan kenari juga dianjurkan untuk kesehatan otak. Kandungan vitamin E di dalamnya dikenal sebagai antioksidan kuat.
Data dari Kementerian Kesehatan RI juga mendukung hal ini, di mana konsumsi kacang secara rutin berkaitan dengan penurunan risiko gangguan memori pada lansia.
Telur Turut Bantu Otak Makin Cerdas
Telur juga menjadi salah satu makanan yang direkomendasikan karena mengandung kolin, zat gizi penting dalam pembentukan asetilkolin, neurotransmiter yang berperan penting dalam proses belajar dan mengingat.
Menurut Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kemenkes, zat kolin membantu mendukung perkembangan fungsi otak, terutama pada anak-anak dan dewasa muda.
Menjaga kesehatan otak bukan hanya soal mencegah penyakit di usia tua, tetapi juga upaya mempertahankan kualitas hidup secara keseluruhan. Memperbanyak konsumsi ikan berlemak, buah dan sayuran kaya antioksidan, kacang-kacangan, dan telur menjadi langkah penting untuk mendukung kesehatan otak jangka panjang. (edo)
Editor : Yuan Edo Ramadhana