BLORA, Radar Bojonegoro – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. R. Soeprapto Cepu dan dr Soetijono Blora bakal menambah gedung. Agar tak terjadi penolakan pasien dengan ruang rawat inap kerap penuh.
Kasi Pelayanan dan Penunjang Medis RSUD dr. R. Soetijono, Kabupaten Blora, dr. Farida Laela mengatakan, menambah pembangunan gedung Pada akhir 2024 ada tambahan 72 tempat tidur (TT) dari gedung baru.
Menurutnya jumlah pasien di RSUD Blora dan Cepu tetap banyak, karena dua rumah sakit baru, yakni RS Bhayangkara dan RS Randublatung (Samin Surosentiko) belum bisa melayani pasien BPJS. ‘’Padahal masyarakat kita itu kan mayoritas dari pasien BPJS. Kalau di dua itu belum bisa, ya pasti pilihannya ke sini (RSUD)," jelasnya.
Banyaknya pasien itu juga dialami dr. R. Soeprapto Cepu. Nyaris tiap hari selalu penuh. Sehingga rumah sakit kembali membangun gedung.
Ketua Bidang Pelayanan dan Dokumentasi Informasi Happy Sulistyowati menjelaskan, jika setiap hari rumah sakit nyaris selalu penuh. Lantaran kapasitas TT semula hanya 150.
‘’Pasien ini didominasi dari kategori BPJS. Mencapai 90 persen,’’ jelasnya.
Pihaknya tak memungkiri jika sebelumnya saat TT terbatas, menerapkan screening di IGD. Sehingga pasien tak sampai ditolak. Namun tetap bisa mendapatkan kamar meski harus menunggu ada yang pulang.
Sebab, nyaris selalu penuh itulah kemudian dibangun dua gedung baru. Dengan kapasitas 69 TT. Sehingga kini mulai 2025 kapasitasnya bertambah. ‘’Sekarang TT kami 219. Karena kami gak boleh nolak pasien,’’ paparnya.
Menurutnya dua gedung baru itu yakni gedung Flamboyan dan Teratai. Flamboyan untuk penyakit dalam. Sementara yang Teratai untuk anak. ‘’Kami juga melayani pasien rawat jalan. Per hari bisa 300-500. Kemudian ini juga dibarengi penerimaan PPPK, sehingga kami juga layani medical check up. Sehari bisa 20-50 orang,’’ tuturnya. (hul/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana