RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Kementrian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia mengumumkan temuan pertama kasus penderita Human Metapneumovirus (HMPV) pada Senin (6/1). Namun, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin meminta agar masyarakat tetap tenang, karena pandangannya, sebenarnya penyakit ini telah lama ada.
“HMPV sudah lama ditemukan di Indonesia, kalau dicek apakah ada, itu ada. Saya sendiri kemarin melihat data di beberapa lab, ternyata beberapa anak ada yang terkena HMPV,” terang Budi dalam keterangan resmi Menkes.
Diketahui, kasus HMPV pertama kali dilaporkan di Tiongkok bagian utara beberapa minggu terakhir. Belakangan, kasus penyebaran HMPV dilaporkan di berbagai belahan Asia, termasuk India, Malaysia, Hong Kong, dan Indonesia.
Namun, saat disinggung mengenai perbedaannya dengan Coronavirus (Covid-19) yang awal persebarannya juga berasal dari negeri tirai bambu, Budi menyatakan tidak perlu khawatir, karena perbedaan sifat yang berada dalam kedua virus tersebut. HMPV sendiri kali pertama ditemukan di Belanda, dan diperkirakan telah lama berada di muka bumi.
Menurut Budi, virus HMPV memiliki karakteristik serupa dengan virus influenza. Sehingga sistem imun manusia dapat lebih cepat beradaptasi dengan virus ini, dibanding dengan Coronavirus yang baru ditemukan pada 2019 lalu. “HMPV adalah virus lama yang sudah ada sejak 2001, dan beredar di seluruh dunia pada tahun tersebut,” jelas Budi.
Secara spesifik, virus HMPV memiliki gejala serupa seperti flu pada umumnya, seperti batuk, pilek, demam dan sesak nafas. Penyebarannya juga serupa, yakni melalui percikan air liur penderita, serta kontak fisik dengan penderita. Namun, HMPV dalam kasus berat dapat menyebabkan komplikasi penyakit seperti bronkitis dan pneumonia.
Karena itu, Budi tetap mewanti-wanti masyarakat untuk menjaga kesehatan diri dan menerapkan hidup sehat. “Dengan mengikuti protokol kesehatan 3M, menjaga jarak, mencuci tangan, dan memakai masker, sama seperti Covid-19, kita dapat mengatasi virus ini dengan baik,” ujar Budi. (edo/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana