LAMONGAN, Radar Lamongan - Selama berpuasa, tubuh terasa lemas dan pusing. Ketika dicek menggunakan glukometer ternyata kadar gula rendah (hipoglikemia). Lantas, apa yang harus dilakukan agar kadar gula stabil selama berpuasa?.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS Intan Medika, dr. Septyana Galuh menjelaskan, gula darah kurang dari 80 mg/dl menunjukkan tubuh mengalami hipoglikemia. Ketika gula terlalu rendah, maka harus segera membatalkan puasa. Kemudian disarankan untuk minum air gula, makan permen, atau jenis makanan untuk menaikkan gula darah.
Jika mengkonsumsi obat diabetes, sebaiknya dikurangi dosis obatnya. Atau ketika sahur dan berbuka makan dengan porsi yang lebih banyak dari sebelumnya. Untuk kadar gula ideal pasien diabetes melitus (DM) gula puasa 80-130 mg/dl, setelah makan lebih dari 180 mg/dl.
Sedangkan, menu yang sehat selama berpuasa, dengan makan cukup karbohidrat sekitar 100-150 gram per satu kali makan nasi saat berbuka dan sahur. Cukupi protein 50-80 gram per hari, cukup lemak 25 gram/hari, garam lebih dari 1,5 gram per hari,serat 25 gram per hari, dan minum air putih 1,5 -2 liter per hari.
Terdapat beberapa hal yang mempengaruhi kadar gula tidak normal. Di antaranya asupan makan saat puasa yang berkurang dan tidak seimbang, yang membuat tubuh mudah lemas.
Sementara, bagi pasien diabetes pemberian dosis yang tepat sangat mempengaruhi kondisi tubuh selama berpuasa. Mengkonsumsi makan atau minum manis berlebihan saat berbuka akan menaikkan kadar gula darah. Sehingga memperhatikan pola makan dan kebutuhan gula dalam tubuh sangat penting, karena mempengaruhi kondisi tubuh selama menjalankan aktivitas di bulan puasa. (rka).
Editor : Hakam Alghivari