Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Ketahui Kekebalan Masa Tubuh Ibu Hamil sebelum Putuskan Berpuasa

Hakam Alghivari • Kamis, 21 Maret 2024 | 00:15 WIB

dr Dony Rosmana Bimantara, SpOG Dokter Spesialis Kandungan RSUD Karangkembang Babat
dr Dony Rosmana Bimantara, SpOG Dokter Spesialis Kandungan RSUD Karangkembang Babat
dr Dony Rosmana Bimantara, SpOG Dokter Spesialis Kandungan RSUD Karangkembang Babat

LAMONGAN, Radar Lamongan - Ibu hamil membutuhkan gizi dan nutrisi baik dan tercukupi untuk menunjang kehamilan yang sehat. Kebutuhan akan kalori, cairan, nutrisi makro dan mikro, sangat dibutuhkan agar bisa menjalankan fungsi tubuh vital dan nonvital dari ibu dan janin.

Ibu hamil dan janin dalam kandungan sangat rentan terhadap kekurangan zat pertumbuhan dan kebutuhan mencapai 2 kali lipat dari orang biasa.

Jadi, apakah ibu hamil bisa berpuasa? Selama masa kehamilan, ibu akan merasa perubahan fisiologis sehingga mudah terkena penyakit. Karena itu, jika khawatir terjadi sesuatu yang tidak diharapkan, maka sebaiknya tidak berpuasa.

Namun, ibu hamil yang sehat fisik dan mentalnya, serta kondisi janinnya baik dan pertumbuhan, perkembangannya sesuai kriteria yang ada, bisa berpuasa.

Karena itu, perlu diperhatikan mengatur jadwal pemeriksaan kehamilan, pola makan dan minum, kebutuhan gizi dan nutrisi, kebutuhan cairan, untuk menghindari keluhan yang timbul selama hamil.

Berapa berat ideal ibu hamil yang ingin berpuasa? Secara umum, tidak ada acuan berat badan khusus bagi ibu hamil dalam melaksanakan ibadah puasa. Banyak faktor yang perlu dinilai pada saat kehamilan untuk bisa melaksanakan puasa. Salah satunya, metode mengukur kondisi gizi terpenuhi atau tidak dengan mengetahui index masa tubuh (IMT), yang ditentukan berdasarkan BB ibu sebelum hamil dan saat hamil dibandingkan dengan tinggi badan.

Status IMT normal belum tentu semua zat gizi terpenuhi karena zat gizi bukan hanya makro, tapi mikro dan semua itu perlu dilakukan pemeriksaan laboratorium medis.

Namun, ada rentang normal masih “dibolehkan” untuk berpuasa antara 18,5 - 24,9 asal bisa menjamin kebutuhan gizi, nutrisi, dan hidrasi hariannya. Untuk ibu hamil yang IMT-nya kurang dari 18,5, disarankan tidak berpuasa. Untuk yang IMT berlebih 25 - 29,9 diperbolehkan berpuasa asal tetap menjalani pengaturan diet yang baik dengan olahraga teratur, begitu juga dengan ibu hamil obesitas IMT 30.

Jadi, aman tidaknya berpuasa disesuaikan kondisi ibu terkait dengan penyakit yang masih diderita, pekerjaan ibu, usia kehamilan saat itu, dan kondisi kehamilannya.

Karena kebutuhan akan zat gizi setiap trisemester kehamilan berbeda. Misalnya, trisemester awal ibu hamil mudah terjadi kondisi hyper emesis gravidarum, sehingga timbul kekhawatiran kehamilannya terganggu. Karena trisemester pertama merupakan proses pembentukan janin dalam rahim, jika komponen pembentuk ini kurang, maka risiko pembentukan janin akan terganggu dan terjadi kecacatan.

Sehingga masing-masing memiliki cara yang harus diperhatikan untuk menjaga kondisi ibu dan janin selama berpuasa. Pada kelompok ibu hamil risiko tinggi, diabetes gestasional, kehamilan kembar adalah gambaran yang menyatakan tidak aman berpuasa setiap trisemesternya.

Bagi ibu hamil yang berpuasa, disarankan memeriksakan kehamilannya rutin sebelum dan saat berpuasa. Tidak memaksakan diri dan jangan melakukan aktivitas berlebihan. Wajib makan sahur, memperhatikan kebutuhan gizi, dan istirahat yang cukup. (rka)

Editor : Hakam Alghivari
#kandungan #hamil #ibu #Gizi #lamongan #nutrisi #janin