Oleh:
BACHTIAR FEBRIANTO
Direktur Jawa Pos Radar Bojonegoro
TEPAT Sabtu (26/7), Radar Bojonegoro genap berusia 26 tahun. Alhamdulillah, di tengah derasnya arus disrupsi digital, eksistensi media ini tidak hanya bertahan, tetapi juga tumbuh sebagai media multiplatform yang adaptif—memadukan kekuatan media cetak, digital, dan event organizer (EO).
Dua makna besar mengemuka dalam peringatan hari jadi kali ini: bersyukur dan bertekad untuk semakin inovatif sekaligus inspiratif.
Syukur dan Refleksi
Bersyukur menjadi fondasi penting. Radar Bojonegoro mampu melewati dua dekade lebih dinamika industri media yang penuh tantangan. Data dari Reuters Institute Digital News Report 2024 menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap media lokal mengalami kenaikan sebesar 4% secara global, karena media lokal dinilai lebih relevan, dekat, dan jujur dalam pemberitaan. Radar Bojonegoro adalah bukti nyata tren tersebut.
Dengan liputan yang kuat di wilayah Bojonegoro, Lamongan, dan Blora, media ini hadir sebagai cermin sekaligus corong masyarakat lokal.
Kolaborasi sebagai Kunci Tantangan
Dunia media kini tidak hanya pada konten, tapi juga pada pola konsumsi. Generasi muda cenderung mengakses informasi melalui media sosial dan video pendek. Karena itu, tema “Memantapkan Kolaborasi dan Terus Menginspirasi” menjadi sangat relevan. Tak ada institusi yang bisa berjalan sendiri di era sekarang. Kolaborasi, baik dengan pemerintah, sektor swasta, maupun masyarakat sipil, adalah strategi yang mutlak diperlukan.
Langkah konkret Radar Bojonegoro, pada HUT kali ini menghadirkan rubrik baru yaitu Info Karir (tayang setiap Sabtu) dan Radar Histori (tayang setiap Minggu).
Di tengah gelombang PHK, terlebih dengan Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah pengangguran terbuka di Jawa Timur per Februari 2025 mencapai 760.000 orang, rubrik karir dapat menjadi oase informasi yang krusial bagi masyarakat pencari kerja. Sementara Radar Histori menampilkan berita-berita monumental masa lalu akan menawarkan ruang nostalgia yang bisa memperkuat identitas lokal dan menginspirasi melalui kilas balik sejarah.
Spirit Sosial dan Penguatan Mental Tak kalah penting, kegiatan sosial seperti santunan anak yatim piatu (di Bojonegoro, Lamongan, dan Blora) serta senam dan tasyakuran yang digelar pada HUT kali ini menggambarkan bahwa perusahaan media ini tidak melulu fokus pada konten dan bisnis, tetapi juga pada penguatan mental, spiritual, dan empati sosial para awaknya.
Ini penting karena kesehatan mental pekerja media saat ini menjadi perhatian global. Menurut World Health Organization (WHO), pekerja media tergolong kelompok dengan risiko stres tinggi akibat tekanan kerja dan jam kerja yang tidak menentu. Kami menyampaikan ucapan terima kasih kepada mitra kerja Super Skin dan Eastern Hotel Bojonegoro yang berkolaborasi dalam kegiatan tersebut.
Mendorong Bojonegoro Mendunia
Diskusi panel tentang “menjual” Bojonegoro ke tingkat nasional dan internasional kegiatan ketiga rangkaian HUT Radar Bojonegoro kali ini membuka wacana penting: bagaimana mengubah kekayaan lokal menjadi nilai global? Bojonegoro memiliki potensi besar, baik dari sektor pertanian, budaya, hingga energi. Dengan strategi komunikasi dan kolaborasi antar-stakeholder, visi ini bukan angan semata.
Mendorong Desa Berdaya
Sebagai puncaknya, akan digelar Radar Bojonegoro Award 2025 dengan tema “Anugerah Desa Inspiratif” adalah langkah strategis. Sebab desa adalah akar pembangunan. Data Kementerian Desa PDTT menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi desa berkontribusi signifikan terhadap penurunan angka kemiskinan, terutama pasca-pandemi. Dalam kegiatan ini akan diberikan penghargaan kepada desa dan pemimpin daerah yang progresif dan inspiratif dalam memicu efek domino kebaikan dan inovasi.
Radar Bojonegoro tak hanya merayakan usia, tapi juga memantapkan peran. Ini diharapkan menjadi mercusuar di tengah gelombang disrupsi. Dengan semangat kolaboratif dan inspiratif, Radar Bojonegoro diharapkan mampu menavigasi zaman yang terus berubah.
Selamat ulang tahun ke-26, Radar Bojonegoro. Semoga terus mampu menjadi inspirasi di Bojonegoro, Lamongan, dan Blora dengan informasi, inspirasi, dan kolaborasi. (*)