SAAT mendengar Kabupaten Blora, pasti dibenak pikiran ini selalu mengarah ke kuliner sate. Tidak bisa dipungkiri, kenikmatan rasa sate khas Blora berbeda dengan sate biasanya.
Sate menjadi salah satu jenis kuliner banyak dijumpai di Blora. Beberapa sudut kota ada penjual sate. Ketika malam, di atas trotoar-trotoar kerap ada penjaja sate. Pertigaan atau perempatan jalan, ada penjual sate. Tinggal pilih sate ayam, sate kambing, atau sate sapi. Mungkin, hanya sate sapi ini yang jarang ditemukan di kota/kabupaten lain. Namun, cobalah sate sapi Blora, dijamin usai makan tensi darah Anda tidak naik. Heeem.
Coba telusuri melalui mesin pencarian tentang kuliner di Blora. Titik-titik merah pasti banyak menjajakan warung sate. Pesona sate itulah hingga Blora layak disebut sebagai Kota Sate. Salah satu tempat ramai dikunjungi penikmat kuliner bakar ini adalah Sate Pak Daman Putra.
Warung Sate berlokasi di Jalan Gunung Sindoro, Blora, itu memang selalu ramai pembeli. Dari warga lokal hingga pengunjung luar daerah. Warung sate tersebut juga memiliki cabang dengan tingkat keramaian hampir sama dan cita rasa yang plek alias sama.
Meski itu sesuai selera, banyak orang akan mengamini bahwa sate Blora lebih enak daripada lainnya. Kedai sate legendaris kebanggaan Blora itu, selalu menjadi pilihan kuliner utama ketika mampir di kabupaten berbatasan dengan Bojonegoro tersebut.
Sate Blora yang ngangeni itu karena nasinya beralaskan daun jati pincuk. Di atasnya ditaburi bawang goreng dan taoge. Sate ada kuahnya? Hanya di Blora, setiap memesan sate diberi kuah sayur kuning mirip opor. Penyajiannya disendirikan di sebuah mangkuk kecil. Nah, sate ayam Blora itu, pun ayam kampung. Nah, sudah terbayang kan kenikmatannya? Hehehe.
Baca Juga: Harga Telur dan Stunting
Terlebih, yang membuat sate ini memiliki potensi cita rasa go internasional karena penyajiannya bersama sambal kacang khas dengan bumbu dapur lengkap. Bahan sambelnya kaya rempah-rempah. Terdiri kacang sangrai, bawang merah, bawang putih, kemiri, kencur, serta cabai merah sebagai inti dari sambel.
Bahan-bahan tersebut digiling dengan mesin penggiling sambel. Prosesnya, sambel dibuat setengah jadi, agar sambel kacang siap menemani sate ayam, sambel hasil gilingan tadi direbus dengan menggunakan santan dan ditambahi kaldu ayam. Selain itu, dilengkapi pula dengan gula, penyedap rasa, garam, dan daun jeruk.
Kenikmatannya bikin ketagihan. Setidaknya seminggu sekali berkunjung menikmati kudapan yang ditusuk tersebut. Meski harganya lebih mahal daripada sate biasanya, penikmat tidak akan gagal saat menyantap hidangan tersebut. Satu porsi sate terdiri sepuluh tusuk. Usai sate disajikan, kini tinggal memilih sambal kacang atau sambal kecap.
Menurut informasi diperoleh, Sate Pak Daman ini sehari bisa menyembelih 25 hingga 30 ekor ayam. Bisa lebih ketika hari libur. Untuk daging sapi, biasanya sekitar 20-30 kilogram. Sedangkan kambing, per hari rerata menyembelih 3 ekor kambing. Eits, kambing disembelih menggunakan bantuan marbot masjid.
Kenapa memilih warung sate Pak Daman? Sebenarnya ini masalah selera aja sih. Kebetulan yang nyantol di lidah satenya Pak Daman. Ada juga saya gemari yaitu Sate Pak Teguh. Depan Setda Blora.
Banyak juga yang enak, terpenting sate Blora. Terlebih, saya ini kan pendatang di Blora, ketika tanya terkait rekomendasi kuliner ke warga setempat, mereka pasti menjawab Sate Blora Pak Daman. Bahkan, mendiang Bondan Winarno pernah mencicipi kenikmatan sate Blora Pak Daman. Ini menjadi poin plus tersendiri bagi kuliner itu.
Berdasar website resmi Pemerintah Kabupaten Blora, Sate Ayam Pak Daman dinobatkan sebagai 10 kuliner terbaik di Blora. Kalian bisa cek di website tersebut. Nah, ada lagi kuliner khas Blora lainnya, misalnya soto klethuk, lontong opor Ngloram, hingga kopi santan.
Sambil membayangkan aroma asap Sate Pak Daman, alangkan baiknya jika hidangan sate Blora ini segera di daftarkan ke UNESCO agar go internasional. Terpenting, sate Blora menjadi kearifan lokal (local heritage) yang mampu mempromosikan Blora ke mata dunia. (*)
Editor : Yuan Edo Ramadhana