Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Kupas Peran e-WOM dalam Pariwisata, FISIP Unigoro Hadirkan Dosen Asing Asal Sudan

Yuan Edo Ramadhana • Senin, 12 Januari 2026 | 13:17 WIB
Photo
Photo

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Bojonegoro (Unigoro) menggelar kuliah umum di Gedung Mayor Sogo, Senin (12/1/26). Kuliah umum yang membahas kolaborasi stakeholders dalam manajemen pelayanan wisata menghadirkan dosen asing dari Sudan, Dr. Hussein Gibreel Musa Salih, BA., M.Ikom.

Dekan FISIP Unigoro, Dr. Ahmad Taufiq, S.Hi., M.Si., menuturkan, kehadiran akademisi internasional dalam kegiatan kuliah umum diharapkan dapat menambah wawasan mahasiswa dari perspektif global. Selaras dengan misi Unigoro 2026 untuk go international dalam lingkup pengajaran.

“Meskipun ini momen pertama FISIP Unigoro menghadirkan dosen dari luar negeri, kami optimistis dapat menambah value keilmuan mahasiswa di bidang pelayanan publik,” tuturnya.

Menurut Mr. Hussein sebagian masyarakat Indonesia mengakses informasi pariwisata melalui media sosial (medsos), terutama di platform Tiktok. Ditambah dengan konten-konten pariwisata yang dipromosikan oleh influencer. Meskipun influencer turut mengambil peran dalam menginformasikan pariwisata, masyarakat justru lebih percaya pada pengalaman pribadi para pengunjung atau ulasan yang disampaikan di medsos.

“e-WOM (electronic word of mouth) memiliki kekuatan besar dalam membentuk opini dan keputusan masyarakat. Meskipun pemerintah setempat telah menciptakan regulasi yang baik untuk pengelolaan destinasi wisata. Tapi jika di-review buruk, ya opini yang terbentuk di masyarakat tentang tempat wisata tersebut buruk,” terangnya.

Pengelola lokasi wisata harus melakukan kolaborasi antar stakeholders. Untuk mendapatkan kepuasan dari masyarakat. Pembenahan dimulai dari integrasi antara layanan akomodasi, transportasi, atraksi, kemudahan akses informasi, keamanan, dan keramahan terhadap wisatawan.

“Antar layanan harus saling terintegrasi. Contohnya adalah kemudahan akses informasi bisa terlihat dari berapa banyaknya papan penunjuk arah menuju ke lokasi wisata itu. Seperti Khayangan Api dari pusat kota Bojonegoro jarak tempuhnya berapa kilometer? Ada atau tidak transportasi umum menuju ke sana?,” papar akademisi University of Geneina, Sudan, Afrika Utara.

Kuliah umum yang dimoderatori oleh Faridatul Istighfaroh, S.Pd., M.Pd., berlangsung interaktif meskipun menggunakan pengantar Bahasa Inggris. Mahasiswa-mahasiswi FISIP Unigoro diberi kesempatan untuk memberikan argumennya tentang manajemen pelayanan wisata di Indonesia. (*/din/edo/cho)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#pariwisata #Wisata #universitas bojonegoro #unigoro #Pelayanan Wisata #bojonegoro #Luar Negeri #kuliah umum #Sudan #universitas