Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Kaprodi Kimia Unigoro: Penambahan Etanol pada BBM Bisa Kurangi Emisi Karbon

Yuan Edo Ramadhana • Kamis, 16 Oktober 2025 | 21:53 WIB
Photo
Photo

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Rencana pemerintah untuk menambah etanol 10% (E10) pada bahan bakar minyak (BBM) menuai berbagai respon masyarakat. Kaprodi Kimia Universitas Bojonegoro (Unigoro), M. Bakhru Thohir, S.Si., M.Sc., menilai, kebijakan tersebut merupakan upaya pemerintah untuk mengurangi konsumsi bahan bakar fosil.

“Lebih-lebih jika etanolnya berasal dari alam atau bioetanol. Sehingga ada semacam konversi agar jumlah konsumsi BBM berbahan fosil turun, lalu etanolnya masuk. Kebijakan ini menjadi ramai diperbincangkan karena masyarakat tidak siap sebetulnya,” terangnya, Kamis (16/10/25).

Bakhru menjelaskan, etanol lumrah digunakan sebagai bahan bakar sehari-hari. Seperti halnya spirtus yang akan menyala jika terbakar api. Namun, penambahan E10 pada BBM fosil tidak bisa diaplikasikan secara langsung pada kendaraan. Mesin kendaraan harus di-setting kompatibel dengan bahan bakar tersebut dan membutuhkan bahan aditif lainnya.

“BBM fosil yang mengandung etanol harus beradaptasi dengan komponen mesin kendaraan. Etanol sebenarnya bisa menaikkan nilai oktan. Karena nilainya di atas RON 100, lebih tinggi dibanding Pertalite dan Pertamax yang biasa dikonsumsi masyarakat. Nilai RON yang lebih kecil punya sifat auto burning. Semakin tinggi nilai oktannya, maka akan lebih tahan tekanan dalam mesin dan panas,” jelasnya.

Akademisi yang aktif meriset tentang sintesis hijau ini membenarkan jika penambahan etanol dapat mengakibatkan korosi mesin. Namun hal tersebut bisa diakali dengan cara memodifikasi mesin dengan materi yang tidak mudah korosi. Atau menggunakan tambahan aditif jika ada uap air masuk ke BBM sehingga tidak sampai merusak mesin.

“Kenapa bisa membuat korosi? Karena alkohol itu memiliki ikatan hydrogen, ikatan yang khas di air. Adanya uap air yang masuk ke bahan bakar bisa menyebabkan korosi, membakar elektron antara larutannya dengan permukaan. Tapi sisi positifnya penambahan etanol akan meningkatkan pembakaran sempurna. Sedangkan pembakaran yang tidak sempurna justru akan menghasilkan karbon dioksida yang tinggi,” tandas Bakhru. (*/din/edo/cho)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#Prodi Kimia #pertalite #etanol #bbm #universitas bojonegoro #unigoro #bioetanol #kimia #bojonegoro #bahan bakar #universitas #pertamax