Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

KTH Wono Lestari Krondonan Terima Hibah 30 Ton Kompos Organik dan Paket Alat Pengomposan dari Tim PKM Unigoro

Yuan Edo Ramadhana • Rabu, 24 September 2025 | 18:39 WIB
Photo
Photo

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Kelompok Tani Hutan (KTH) Wono Lestari Desa Krondonan, Kecamatan Gondang menerima hibah 30 ton kompos organik matang dan paket alat pengomposan dari Tim Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas Bojonegoro (Unigoro), pada 19 September 2025.

Hibah ini merupakan bagian dari program yang didanai oleh Kementrian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Diktisaintek) RI. Dengan mengusung konsep ekonomi sirkular yang berfokus pada pemanfaatan limbah peternakan ayam broiler menjadi pupuk organik untuk mendukung ketahanan pangan berkelanjutan.

Ketua Tim Pelaksana PKM Unigoro, Endang, SE., MM., memaparkan, berawal dari persoalan tentang pengelolaan limbah peternakan ayam broiler di Bojonegoro yang diperkirakan mencapai 10.248,68 ton per siklus panen. Jika tidak dikelola dengan tepat tentu akan mencemari lingkungan. Terutama limbah-limbah dari kandang ayam yang proses produksinya manual.

“Padahal jika limbah itu diolah melalui proses fermentasi dengan teknologi tepat guna bisa menjadi pupuk organik berkualitas. Yang mendukung pertanian ramah lingkungan dan mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk kimia. Estimasinya, dari satu peternakan ini kita dapat memroduksi kurang lebih 30 ton kompos matang,”  paparnya, Rabu (24/9/25).

KTH Wono Lestari Krondonan dipilih sebagai mitra utama karena dipercaya oleh Perhutani setempat untuk mengelola 614 hektar lahan hutan dengan komoditas utama jagung.

Endang melanjutkan berdasarkan hasil focus group discussion (FGD) beberapa kali dengan para petani sejak bulan Juni, mereka membutuhkan pupuk organik berkisar 1 hingga 1,5 ton per hektar.Untuk mendapatkan kotoran ayam sebagai bahan baku utama pupuk organik, Tim PKM Unigoro harus menyesuaikan dengan siklus produksi ayam broiler.

Photo
Photo

“Kami mengadopsi pendekatan cleaning production, yaitu strategi optimalisasi penggunaan sumber daya pada setiap siklus produksi ayam broiler. Melalui pendekatan ini, limbah peternakan akan dikumpulkan, difermentasi, dikemas, dan didistribusikan langsung kepada petani-petani KTH Wono Lestari,” jelas wanita yang juga Dekan Fakultas Ekonomi Unigoro.

Penggunaan kompos organik ini dapat memperbaiki kesuburan tanah jangka panjang. Sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia yang sering terjadi kelangkaan dan harganya mahal.

Anggota Pelaksana Tim PKM Unigoro, Danang Ananda Yudha, S.Pt., M.Agr., menambahkan, kegiatan pengabdian yang diinisiasi timnya secara langsung mengaplikasikan metode penghitungan forecasting. Dengan sistem ini, petani-petani KTH Wono Lestari dapat mengurai masalah manajemen dan produksi agar dapat berjalan berkelanjutan.

“Bagaimana kita bisa meningkatkan ketersediaan pupuk organik secara konsisten, menekan biaya produksi petani, meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen, sekaligus menciptakan lapangan kerja baru di sektor pengolahan limbah. Kami juga ingin mendorong transformasi sistem pertanian menuju ekosistem pertanian organik yang berkelanjutan. Kami berharap hasil program ini dapat menjadi model percontohan ekonomi sirkular berbasis komunitas yang dapat di-scale up, bahkan direplikasi di daerah lain,” tandas dosen Fakultas Pertanian Unigoro.

Unigoro berkomitmen untuk berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan, pemberdayaan masyarakat, dan pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs). Khususnya pada progam ini adalah ekonomi masyarakat, ketahanan pangan dan pengelolaan lingkungan. (*/din/edo/cho)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#Hibah #kompos organik #universitas bojonegoro #Petani #unigoro #Pertanian #organik #pupuk #bojonegoro #kompos #universitas #Gondang