RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Memasuki hari ke 18 kegiatan KKNTK-21 Unigoro di Desa Klino, Kecamatan Sekar, Bojonegoro. Berbagai program kerja (proker) sudah dilaksanakan para mahasiswa. Salah satunya proker Sekolah Alam, yakni SiWANA (Siaga Wisata Aman Bencana) yang dilaksanakan pada Jumat siang (1/8/2025).
Proker Sekolah Alam yang di dalamnya terdapat SiWANA oleh KKNTK-21 ini dilaksanakan dua sesi (dua hari). Yakni sesi pertama, materi pelatihan kepada para warga dan pengelola wisata tentang jenis potensi kebencanaan di Kabupaten Bojonegoro secara umum. Sedang sesi dua pada Sabtu (2/8/2025) akan dilaksanakan simulasi.
Dalam sesi pertama, masyarakat dan pengelola wisata Desa Klino ini selain mendapatkan wawasan tentang kebencanaan secara umum, juga mendapatkan materi teknik alur komunikasi menggunakan radio HT, memberikan respons cepat dan penganganannya saat terjadi bencana. Sehingga akan mampu mengaplikasikannya di kawasan wisata nantinya. Harapannya, pengunjung wisata akan merasa aman dan terlindungi.
Dalam kegiatan pelatihan yang dilaksanakan selama tiga jam ini, KKNTK-21 menghadirkan narasumber M.Nurcholis, Agen Informasi Bencana dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur.
"Materi pelatihan sesi pertama ini kami memberikan materi sosialisasi. Masyarakat dan pengelola wisata akan mengenal berbagai jenis bencana dan potensi ancaman, juga teknik penanganannya," tutur Bilqis Ghoniya Zuhrufa, ketua KKNTK Unigoro kelompok 21.
Menurut Bilqis, peserta pelatihan ini diikuti oleh 30 orang dari berbagai unsur. Pemdes, pemuda, tokoh masyarakat dan pengelola wisata (Pokdarwis) serta Linmas Desa Klino.
Sementara itu, selama pelatihan para peserta sangat serius menyimak paparan yang disampaikan narasumber. Bahkan, salah satu anggota Linmas, Pak Bo turut memberikan apresiasi, bahwa pelatihan ini penting dan sangat bermanfaat bagi seluruh lapisan masyarakat.
"Kegiatan ini sangat bagus. Apalagi besok, hari Sabtu (2/8/2025) juga dilanjutkan kegiatan praktik simulasinya," tegas Pak Bo yang juga Danton Linmas desa setempat.
Menurut Pak Bo, nantinya harus ada tindaklanjut sering dilaksanakan pelatihan. Agar semua bagian ini memiliki kesamaan tujuan untuk memajukan Desa Klino. Termasuk dalam mengelola sektor wisata dan menjamin keamanan dan keselamatan kepada wisatawan pengunjung.
Kepala Desa Klino, Dwi Nurjayanti juga turut memberikan apresiasi yang dilaksanakan anak-anak mahasiswa KKNTK-21 ini. Menurutnya, kegiatan ini sangat bermanfaat dan keren.
"Saya apresiasi dan acungi jempol kepada tim mahasiswa Unigoro. Kegiatannya super keren sekali," katanya lewat media sosial. (cho)
Editor : M. Nurcholis