Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Bupati Wahono Lepas 881 Mahasiswa KKN Unugiri, Tersebar di Lima Kabupaten hingga Mancanegara, Dorong Jadi Agen Ekonomi Desa

Hakam Alghivari • Rabu, 23 Juli 2025 | 03:00 WIB

 

Bupati Setyo Wahono secara simbolis melepas KKN Unugiri 2025.
Bupati Setyo Wahono secara simbolis melepas KKN Unugiri 2025.

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (Unugiri) Bojonegoro secara resmi melepas ratusan mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) tahun 2025, Selasa (22/7) pagi.

Acara pelepasan berlangsung khidmat dan penuh semangat itu dihadiri Bupati Bojonegoro dan seluruh jajaran Rektorat. Meliputi Rektor Unugiri Kiai M. Jauharul Ma’arif; Ketua BPP Unugiri H. Saifuddin idris; Wakil rektor bidang kelembagaan alumni dan sumber daya manusia Yogi Prana Izza; Wakil rektor bidang akademik kemahasiswaan dan keagamaan Nurul Huda; Wakil rektor bidang umum keuangan dan teknologi Ifa Khoiria Ningrum; dan Wakil rektor bidang kerjasama riset dan inovasi Ahmad Anfasul Marom.

Acara tersebut turut dihadiri berbagai tamu undangan, termasuk dari Bappeda Bojonegoro, DPMD, Dekopinda, serta PSI yang menjadi sponsor utama.

Program pengabdian masyarakat tahun ini mengusung semangat pemberdayaan ekonomi desa berbasis koperasi dan nilai-nilai Aswaja An-Nahdliyah.
Ketua Panitia KKN 2025, dr. M. Ivan Ariful Fatoni dalam laporannya menjelaskan, KKN kali ini terbagi dalam dua skema utama. Pertama, KKN Nasional yang diberi nama “KKN Pintar ( Pengabdian Nasional Terintegrasi dengan Aswaja dan Representasi Kampus Berdampak), berlangsung mulai 24 Juli hingga 22 Agustus 2025, melibatkan 858 mahasiswa dari 16 program studi yang tersebar di lima kabupaten. Kedua, KKN Internasional yang diberi nama KKN Cerdas (Community Information and Resource Development of Society).

Photo
Photo

Program ini akan dilaksanakan pada 23 Agustus hingga 19 September 2025, sebanyak 23 mahasiswa akan mengabdi di Negara Malaysia dan Thailand yang bekerja sama dengan lembaga pendidikan mitra.
Ivan menegaskan bahwa tema besar KKN tahun ini adalah “Mewujudkan Kemandirian Ekonomi Masyarakat Melalui Koperasi Merah Putih Berbasis Nilai Aswaja An-Nahdliyah”. Hal ini sebagai bentuk dukungan Unugiri terhadap program strategis nasional koperasi desa dan kelurahan yang dicanangkan Presiden.

“Melalui pendekatan khas Unugiri yang berbasis nilai-nilai aswaja An-Nahdliyah, mahasiswa didorong untuk berperan sebagai agen pemberdayaan ekonomi desa dan pelaksanaan misi kampus berdampak dan tentunya nyata kontribusinya bagi masyarakat,” bebernya.

Rektor Unugiri, M. Jauharul Ma’arif mengapresiasi seluruh pihak yang mendukung penyelenggaraan KKN, terutama kepada Bupati Bojonegoro Setyo Wahono yang turut hadir dalam pelepasan.

Beliau menekankan pentingnya mahasiswa terlibat aktif dalam dinamika masyarakat desa, menggali nilai-nilai lokal, serta mengambil pelajaran langsung dari kehidupan nyata.

“Kami yakin, saudara akan mendapatkan banyak pengalaman dan pelajaran berharga. Selama satu bulan terjun bersama masyarakat, seraplah kearifan lokal yang ada di sana,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Badan Pengelola Perguruan Tinggi (BPP) Unugiri, Saifudin Idris mengingatkan pentingnya adaptasi budaya dan etika mahasiswa selama menjalankan KKN, mengingat perbedaan budaya dan adat dari lima Kabupaten bahkan mancanegara, Malaysia dan Thailand.

Dia menambahkan, agar para peserta memegang teguh pepatah di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung sebagai prinsip saat berinteraksi dengan masyarakat lintas wilayah dan budaya.

Bupati Bojonegoro Setyo Wahono dalam sambutannya berpesan, KKN sebagai titik awal mahasiswa kontribusi nyata bagi bangsa, bukan sekadar kegiatan seremonial atau formalitas akademik.

Dia juga menyinggung pentingnya mahasiswa mengaplikasikan ilmunya untuk mendampingi masyarakat dalam membangun desa dari sisi ekonomi, organisasi, hingga literasi digital.

‘’Dulu dosen saya bilang, KKN itu jangan sampai cuma ‘pindah turu’. Ini waktunya kalian mengaplikasikan ilmu ke masyarakat. Belajar komunikasi, belajar memimpin, belajar mengenal realita kehidupan warga secara langsung,’’ katanya.

Pria asal Kecamatan Tambakrejo itu menitipkan kepada seluruh mahasiswa KKN ikut berkontribusi terhadap program-program strategis, terutama penguatan koperasi dan pengembangan desa modern.

“Kepada adik-adik sekalian, saya titipkan semua program pemerintah. Kepada adik-adik semuanya bagaimana adik-adik bisa mengimplementasikan ilmunya, memberikan perubahan kepada masyarakat untuk menjadi lebih baik, menjadi lebih agresif, menjadi lebih semangat untuk membangun desanya lebih modern,” tegasnya.

Bagi Wahono, kehadiran mahasiswa KKN Unugiri di desa bukan sekadar simbol keterlibatan akademisi, tetapi momentum untuk menunjukkan bahwa kampus mampu hadir memberi solusi.

Harapannya, para mahasiswa menjadi penyambung semangat gotong royong dan pemajuan ekonomi kerakyatan di tengah masyarakat.

‘’Jaga nama baik kampus dan almamater. Karena bagaimanapun kalian membawa nama kampus Unugiri, Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri,’’ pesannya. (kam/msu)

Editor : Hakam Alghivari
#unugiri #Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri #Setyo Wahono #KKN