RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Antusiasme dan Inovasi mengalir dari para mahasiswa kuliah kerja nyata tematik kolaboratif (KKN-TK) Universitas Bojonegoro. Program kerja utama berupa pembuatan papan peta wisata di Desa Drenges, Sugihwaras. Program ini memberikan solusi nyata bagi pengembangan potensi wisata lokal.
Tentu, adanya infrastruktur karya mahasiswa KKN-TK ini akan mempermudah pengunjung menemukan arah ke lokasi beberapa wisata yang dimiliki Desa Drenges, terutama Geosite Kedung Lantung.
Program yang diinisiasi dan dilaksanakan oleh kelompok 22 KKN-TK ini beranggotakan mahasiswa dari berbagai jurusan di Universitas Bojonegoro.
Bekerjasama dengan Pemerintah Desa Drenges mulai dari persiapan bahan hingga pemasangan. Yakni, kegiatan pembelian serta pengangkutan alat dan bahan. Sedang untuk pembuatan peta wisata terdapat proses pengelasan, pengecatan, pemasangan informasi hingga finishing. Pengerjaan dilakukan di posko KKN-TK kelompok 22.
Informasi yang tertulis pada penunjuk arah tersebut diantaranya Geosite Kedung Lantung, Wahana Kampoeng Drenges, IKM Balung Kuwuk, Makam Mbah Rahmat serta Wisata Sewu Sengon.
Pemasangan penunjuk arah peta wisata ini dilakukan pada minggu awal periode KKN, pada 15 hingga 20 Juli 2025. Lokasi pemasangan di jalan utama masuk Desa Drenges, Kecamatan Sugihwaras, Kabupaten Bojonegoro. Jalan utama dipilih dengan pertimbangan lokasi tersebut strategis. Sehingga dapat memudahkan pengunjung untuk menemukan informasi secara jelas.
Kurangnya sarana peta wisata selama ini membuat wisatawan sering kebingungan saat mencari lokasi wisata. Sehingga berpotensi menurunkan minat kunjungan.
“Adanya papan penunjuk arah wisata ini akan mempermudah para pengunjung untuk menemukan destinasi yang diinginkan. Harapannya dapat meningkatkan jumlah wisatawan dan mendukung perekonomian desa,” ujar ketua kelompok KKN-TK 22, Aldo Rizky Ramandita kepada radarbojonegoro.jawapos.com.
Tim KKN melakukan survei lokasi, berkoordinasi dengan warga merancang desain papan penunjuk arah lokasi yang informatif dan menarik.
Alfito Dheanova, selaku penanggungjawab program kerja (proker) mengatakan, bahwa papan peta wisata ini di desain secara fungsional dan tahan terhadap kondisi cuaca termasuk hujan.
“Papan peta wisata ini kami desain agar tahan lama dan berfungsi secara baik. Sehingga pengunjung dapat terbantu untuk mengetahui informasi lokasi wisata yang ada di Desa Drenges,” ujarnya.
Sementara itu, masyarakat setempat menyambut baik atas inovasi dari mahasiswa ini. Mereka berharap wisatawan yang berkunjung ke Desa Drenges yang menuju lokasi Geosite Kedung Lantung tidak lagi kebingungan.
“Kami sangat terbantu dan bangga dengan kehadiran mahasiswa di desa kami. Berkat papan peta wisata ini, wisatawan kini dapat dengan mudah berkeliling desa dan mengenal potensi yang kami miliki,” ujar Kepala Dusun Nglantung, Subiyanto.
Dibuatnya papan peta wisata hasil karya mahasiswa KKN-TK Universitas Bojonegoro ini, Desa Drenges akan semakin siap menyambut para wisatawan yang ingin menjelajahi potensi wisata lokal.
Geosite Kedung Lantung sebagai ikon utama yang ada di desa ini akan dapat terjangkau lebih mudah dan nyaman setelah ada fasilitas peta wisata yang jelas dan ramah bagi pengunjung.
Inovasi sederhana ini tidak hanya memberikan kemudahan dalam menemukan lokasi wisata. Tetapi juga mempererat sinergi antara mahasiswa dan masyarakat desa setempat dalam mengangkat daya tarik desa.
Harapannya, Geosite Kedung Lantung dan destinasi lainnya di Desa Drenges akan semakin dikenal luas. Mendongkrak jumlah kunjungan, serta turut menggerakkan roda perekonomian desa. (del/nat/cho)
Editor : M. Nurcholis