Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Penyerangan Venezuela Oleh AS Jadi Peringatan Bagi Negara-Negara Amerika Latin, Kolombia Serukan Rapat Bersama PBB

Yuan Edo Ramadhana • Minggu, 4 Januari 2026 | 18:06 WIB
Foto rilis penangkapan Nicolas Maduro, sebagaimana diterbitkan oleh Presiden AS, Donald Trump. (Dok. CNN)
Foto rilis penangkapan Nicolas Maduro, sebagaimana diterbitkan oleh Presiden AS, Donald Trump. (Dok. CNN)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Agresi militer Amerika Serikat terhadap Venezuela sepanjang Sabtu (3/1) menjadi peringatan besar bagi negara-negara di kawasan Amerika Latin. Bahkan seruan untuk berunding bersama di meja Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) sudah diserukan sejak penyerangan terjadi.

Amerika Serikat sendiri melakukan penyerangan terhadap Venezuela secara mendadak pada malam hari setempat. Tidak hanya melumpuhkan fasilitas militer di wilayah ibukota Venezuela, Caracas, mereka juga menahan dan membawa paksa Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, ke New York untuk diadili secepatnya pada Minggu (4/1).

“Amerika Serikat telah melaksanakan serangan berskala besar terhadap Venezuela dan pemimpinnya, Presiden Nicolas Maduro. Ia dan istrinya telah ditangkap dan dibawa keluar dari negara tersebut,” ungkap Presiden AS, Donald Trump melalui media sosial pribadinya pada Sabtu malam WIB.

Tentu, konflik internasional pertama pada 2026 tersebut menuai banyak kecaman, terutama dari negara-negara tetangga Venezuela. Tetangga perbatasan mereka, Kolombia, merupakan salah satu yang paling aktif mengecam tindakan AS dan menyerukan de-eskalasi militer.

“AS telah menyerang Venezuela menggunakan rudal dan peledak, sehingga kami meminta agar Kolombia dapat dipertemukan dalam rapat PBB. Kami menolak segala aksi militer speihak yang dapat mengancam nyawa masyarakat sipil,” ujar Presiden Kolombia, Gustavo Petro melalui media sosial pribadinya.

Selain Venezuela, Kuba juga ikut mengecam aksi militer tersebut. “Kami mengecam dan menuntut reaksi internasional atas penyerangan secara kriminal oleh AS terhadap Venezuela,” ungkap Presiden Kuba, Miguel Díaz-Canel melalui media sosial pribadi.

Namun dalam konferensi pers pasca penyerangan pada Minggu subuh (4/1) Trump balik mengancam Petro bahwa AS bisa saja ikut menyerang Kolombia. Selain itu, AS dapat menjatuhkan tuduhan yang sama dengan Maduro kepada Petro, yakni memfasilitasi peredaran narkoba.

“Ya dia kan punya pabrik-pabrik pembuatan kokain di negaranya, dan narkoba tersebut sering dikirim ke Amerika. Jadi dia perlu berhati-hati kali ini,” ujar Trump menanggapi komentar Petro, sebagaimana dikutip dari CNN.

Sementara untuk Kuba, Trump memeringatkan bahwa meskipun mereka tidak akan turut menyerang Kuba, pemerintahan Kuba sendiri saat ini sedang dalam masa krisis. Selain itu, Trump mengklaim ada beberapa warga negara Kuba yang gugur dalam agresi militer di Venezuela.

“Kuba banyak bergantung pada Venezuela sebagai negara sahabat ekonomi, tapi tentu kali ini hubungan mereka bakal gagal. Nampaknya juga ada beberapa warga Kuba yang meninggal melindungi Maduro, saya anggap keputusan tersebut bukan hal yang bijak. Dengan keadaan pemerintah setempat saat ini, saya yakin Kuba bakal runtuh dengan sendirinya,” beber Trump sebagaimana dikutip dari Al-Jazeera.

Persekutuan Venezuela dengan Kuba juga menjadi perhatian tersendiri bagi Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio. Sehingga dia juga memeringatkan bahwa jika salah satu pemerintahan mereka jatuh, pemerintahan negara kawan mereka juga ikut runtuh.

“Salah satu masalah dalam pemerintahan Venezuela saat ini adalah mereka harus melepaskan diri dari pengaruh pemerintahan Kuba, terutama dalam masalah keamanan negara. Andaikan saya merupakan anggota pemerintahan Kuba tentu saya juga ikut khawatir,” jelas Rubio, yang ironisnya merupakan warga AS keturunan Kuba.

Sementara itu, PBB juga mengkhawatirkan agresi militer yang dilakukan AS dapat menjadi insentif atau asas pembelaan bagi negara-negara lain untuk melanggar hukum internasional. Dalam pernyataan resmi mereka, PBB menyerukan agar negara-negara anggota mereka tetap berdiplomasi sesuai isi Piagam PBB.

“Keadaan di lapangan menimbulkan preseden yang berbahaya. Sekretaris Jenderal kami menekankan agar tetap menghormati isi Piagam PBB, dan khawatir bahwa dalam kasus ini, hukum internasional telah dilanggar. Sehingga beliau menyerukan semua pihak yang terlibat berdiskusi dalam hal hukum tersebut, serta hak asasi manusia,” jelas Juru Bicara PBB, Stephane Dujarric mewakili Sekjen PBB, Antonio Guterres pada Minggu (4/1). (edo)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#amerika serikat #presiden as #Antonio Guterres #donald trump #as #Marco Rubio #aksi militer #venezuela #trump #pbb #persatuan bangsa bangsa #kolombia #agresi militer #nicolas maduro #kuba