RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Selain menggagas solusi dua negara, pidato Presiden RI Prabowo Subianto juga mengupas bantuan yang direncanakan Indonesia untuk Palestina. Bantuan yang diberikan bersifat militer dan non-militer.
Dalam pidato menghadapi pengakuan kedaulatan tersebut, Presiden Prabowo berencana mengirimkan 20 ribu pasukan militer untuk memperkuat Pasukan Pedamaian PBB (UN PKF). Menurut Prabowo, mereka tidak hanya dapat ditugaskan di Palestina saja, namun juga di berbagai daerah konflik lain selama dibutuhkan untuk mengenakan helm dan rompi biru muda.
“Jika dan kapapun Dewan Keamanan PBB, serta para anggoa majelis membutuhkan, Indonesia siap mengirimkan 20 ribu atau lebih putra-putri kami sebagai anggota pasukan perdamaian untuk menjaga perdamaian di Gaza, atau Ukraina, Sudan, Libya, dimanapun perdamaian harus dijaga kami siap,” ujar Prabowo.
Menariknya untuk bantuan non-militer di bidang kemanusiaan, Prabowo berencana untuk mengekspor beras ke Plaestina. Keputusan ini diambil berdasarkan dari klaim bahwa Indonesia telah berhasil mencapai swasembada pangan.
“Tahun ini kami berhasil mencatatkan produksi beras dan cadangan lumbung gabah sepanjang sejarah. Sehingga kami dapat melaksanakan swasembada beras serta mengekspor beras ke negara yang membutuhkan, termasuk Palestina,” jelas Presiden Prabowo.
Prabowo sendiri berharap swasembada beras dapat menjadi langkah awal kontribusi Indonesia untuk kekuatan pangan dunia. “Kami telah membangun jaringan pangan yang kuat, memperkuat produktivitas petani dan berinvestasi dalam agrikultur tahan cuaca untuk memastikankeamanan pangan tidak hanya untuk anak-anak kami sendiri, namun juga anak-anak dunia. Kami percaya, beberapa tahun lagi Indonesia dapat jadi lumbung pangan dunia,” tambahnya.
Menariknya, data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan bahwa hingga April 2025, ekspor beras dari Indonesia baru mencaai 60 kilogram, dengan nilai tunai USD 175,4, atau kurang lebih Rp2,8 juta. Beras ekspor dikirim ke Uni Emirat Arab, Malaysia dan Belanda.
Sebagai penutup, Presiden Prabowo menegaskan kembali dukungan Indonesia terhadap solusi dua negara, baik untuk Palestina maupun Israel. “Kita semua harus mewujudkan Palestina merdeka, namun juga harus menjamin keamanan di Israel. Barulah kita dapat mencapai perdamaian tanpa rasa benci dan kecurigaan,” jelasnya.
“Solusi dua negara adalah satu-satunya solusi yang dapat dicapai. Dua keturunan Nabi Ibrahim harus dapat hidup damai dan berdampingan. Warga Arab, Yahudi, Muslim, Kristen, Hindu, Buddha, seluruh agama, harus dapat hidup sebagai satu keluarga. Indonesia berkomitmen mewujudkan impian tersebut,” tambah Presiden Prabowo. (edo)
Editor : Yuan Edo Ramadhana