Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Ikuti Jejak Perancis dan Kanada: Inggris, Portugal dan Finlandia Juga Berencana Akui Kedaulatan Palestina

Yuan Edo Ramadhana • Sabtu, 2 Agustus 2025 | 23:36 WIB
(Dok. AFP)
(Dok. AFP)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Dukungan internasional untuk terwujudnya negara Palestina terus mengalir. Setelah Perancis, Turki dan Kanada, giliran Inggris, Portugal dan Finlandia yang berencana mengakui kedaulatan Palestina pada September mendatang.

Sebelumnya Presiden Perancis, Emmanuel Macron memulai sumbu terlebih dahulu dengan mengumumkan rencana pengakuan kedaulatan melalui media sosial pribadinya pada akhir Juli lalu. Beberapa negara seperti Kanada dan Turki langsung ikut gerbong Macron, sementara sebagian lain seperti Inggris dan Australia masih pikir-pikir.

Setelah menghadapi desakan serupa oleh parlemennya sendiri, Perdana Menteri (PM) Inggris, Keir Starmer akhirnya memutuskan ikut rencana pengakuan kedaulatan Palestina. Sebelumnya Starmer, Macron dan Kanselir Jerman, Friedrich Merz sama-sama mengkritik tindakan Israel yang membatasi bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza.

Menurut Starmer, pengakuan kedaulatan diambil untuk kebaikan bersama, baik Palestina maupun Israel. “Saya selalu berkata kami akan mengakui kedaulatan Palestina untuk membuka jalan perdamaian, ketika ada momen tepat untuk mewujudkan solusi dua negara. Karena waktunya semakin sedikit, saya rasa kami harus segera bertindak,” jelasnya pada Rabu (30/7) sebagaimana dikutip dari Holyrood.

Selain itu, Starmer juga ingin menekan pergerakan Hamas melalui pengakuan tersebut. Israel juga ditekan untuk segera melakukan gencatan senjata dan keluar dari Jalur Gaza.

“Tuntutan kami terhadap Hamas masih sama. Lepaskan sandera, gencatan senjata, dan dilarang terlibat dalam pemerintahan Palestina. Selain itu kami memundurkan pengakuan kedaulatan jika Israel juga mau melakukan gencatan senjata, mundur dari Jalur Gaza dan sepakat untuk berdamai, ” papar Starmer.

Sementara itu, Perdana Menteri Portugal, Luis Montenegro akhirnya memutuskan mengikuti tetangganya, Spanyol yang telah setahun lebih dulu mengakui kedaulatan Palestina.

“Berkaca pada berbagai negara sahabat, pemerintahan akan berkonsultasi dengan berbagai partai politik dalam rangka mengakui kedaulatan Palestina dalam rapat majelis PBB pada September,” ujarnya sebagaimana dikutip dari Reuters.

Sama seperti Starmer, Perdana Menteri Finlandia, Alexander Stubb juga berpandangan waktunya sudah tiba untuk segera mengakui kedaulatan Palestina. “Kami sudah membahas ini sejak 2023, dan kini saya rasa sudah waktunya bagi Finlandia untuk menentukan arah kebijakan,” ujarnya sebagaimana dikutip dari STT.

Inggris dan Finlandia juga kompak mengenai tuntutan mereka pada Israel dan Hamas. “Kami mendukung adanya solusi dua negara, meminta gencatan senjata, pembebasan sandera, dan masuknya bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza, serta demiliterisasi Hamas,” jelas Menteri Luar Negeri Finalndia, Elina Valtonen.

Dengan ini, jumlah negara Eropa yang mengakui kedaulatan Palestina berpotensi bertambah pesat. Sebelumnya Spanyol, Republik Irlandia dan Norwegia telah mengakui kedaulatan terlebih dahulu, dan saat ini ada total 24 dari 147 negara anggota PBB yang mengakui kedaulatan Palestina. (edo)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#jalur gaza #Kedaulatan #kedaulatan Palestina #emmanuel macron #inggris #kanada #luis montenegro #portugal #pbb #palestina #Israel #pengakuan kedaulatan #Alexander Stubb #hamas #Keir Starmer #perancis #turki #finlandia