RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Setiap 22 Juli, publik kesehatan dan peneliti merayakan Hari Otak Sedunia. Peringatan ini menjadi sarana untuk mengingatkan masyarakat akan kesehatan otak dan jaringan saraf.
Tanggal tersebut dipilih untuk memperingati didirikannya Federasi Neurologi Sedunia (WFN) yang berdiri pada 22 Juli 1957. Namun peringatan Hari Otak Sedunia baru diusulkan pada 2013, dan pertama kali dirayakan pada 2014 silam.
Menurut Presiden WFN, Wolfgang Grisold, perayaan Hari Otak Sedunia tahun ini merupakan yang ke-12 kalinya dalam sejarah. Untuk tahun ini, tema yang diangkat WFN dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) adalah ‘Kesehatan Otak untuk Semua Usia’.
“Dengan menyadarkan masyarakat tentang kesehatan otak sejak dini, banyak penyakit otak dan saraf yang bisa dicegah. Pencegahan sessuai prosedur WHO dapat dilakukan dengan menghindari hal-hal yang menyebabkan penyakit, serta pemeriksaan rutin untuk mengetahui potensi penyakit,” jelas Wolfgang dalam lama resmi federasi.
Melalui peringatan ini, masyarakat didorong untuk belajar dan memahami potensi dan kesehatan otak sejak dalam kandungan hingga usia senja. Tidak hanya makan makanan bergizi dan berolahraga, pendidikan orang tua, sosialisasi, perawatan diri dan kesehatan mental banyak berperan agar otak manusia tetap sehat dan prima.
“Dengan otak yang sehat, pikiran dapat tetap jernih, cerdas dan aktif, sehingga membantu secara signifikan proses belajar, mengingat dan mengatur waktu. Otak yang sehat penting untuk kemandirian, kesejahteraan, serta hubungan sosial sepanjang hidup,” tambah Wolfgang. (edo)
Editor : Yuan Edo Ramadhana