RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Jatuhnya pesawat Air India penerbangan AI171 pada Kamis sore (12/6) di dekat Bandara Internasional Ahmedabad, India membawa catatan merah baru untuk produsen pesawat tersebut, Boeing. Kecelakaan tersebut menjadi pertama kalinya sebuah Boeing 787 Dreamliner mengalami kecelakaan fatal.
Sebelumnya, pesawat yang telah diproduksi sejak 2007 tersebut belum pernah mengalami insiden kecelakaan hingga jatuh ke daratan. Insiden terakhir yang melibatkan sebuah 787 tercatat pada Maret tahun lalu, ketika 787 milik LATAM Airlines dengan nomor penerbangan LA800 tiba-tiba hilang keseimbangan, menyebabkan 50 dari 272 penumpang penerbangan tersebut luka-luka akibat guncangan pesawat.
Meskipun demikian, pilot dapat mengendalikan kembali pesawat dan mendarat dengan selamat. Menurut Direktorat Penerbangan Sipil Chile yang menginvestigasi insiden tersebut, terdapat masalah pada tombol pengatur kursi, sehingga kursi pilot tiba-tiba maju ke depan dan menyenggol kemudi pesawat.
Menurut data dari Boeing, total saat ini terdapat 1,175 unit 787 Dreamliner yang aktif beroperasi dengan total 5 juta penerbangan tertempuh, atau kurang lebih 2.100 penerbangan setiap harinya. Seluruh pesawat telah mengumpulkan 30 juta jam terbang secara kumulatif, dan telah menagngkut 1 miliar penumpang dari berbagai penjuru dunia.
Data dari FlightRadar24 menyebutkan Air India memiliki 34 unit 787 Dreamliner dalam armada pesawat mereka. Rinciannya, 27 unit model 787-8, termasuk AI171 yang jatuh pada Kamis, dan 7 sisanya merupakan model 787-9. Menurut BBC, penerbangan AI171 sudah beroperasi sejak 2014 lalu.
Sebelum mengalami kecelakaan, Air India AI171 terakhir kali terbang pada Rabu (11/6) dengan rute yang biasa digunakan, yakni dari Bandara Internasional Ahmedabad menuju Bandara Gatwick London, Inggris. Penerbangan terebut memakan waktu sekitar lima jam.
Dalam data penerbangan FlightRadar24, saat terjatuh, pesawat terakhir kali terekam terbang lepas landas di ketinggian 625 kaki (190 meter) dari permukaan laut dengan kecepatan 174 knot. Setelahnya, pesawat dilaporkan mendadak menukik tajam dan mengeluarkan kobaran api sebelum menghajar pemukiman di ujung landasan bandara.
Beruntung, masyarakat setempat yang tinggal di lokasi kecelakaan berhasil diselamatkan. Menurut BBC, pesawat menghajar sebuah apartemen, namun seluruh penghuni dapat diselamatkan.
Kecelakaan tersebut menjadi pukulan telak bagi Boeing, yang baru saja merayakan penurunan tingkat kecelakaan fatal sebesar 65 persen, serta telah menjalani lima bulan tanpa insiden serius. Terakhir kali sebuah pesawat buatan Boeing mengalami kecelakaan terjadi pda akhir tahun lalu, saat Boeing 737-800 milik Jeju Air mendarat keras dan menghancurkan ujung landasan Bandara Internasional Muan, Korea Selatan. Hanya dua pramugari menjadi korban selamat dalam insiden tersebut.
Selain itu, kecelakaan ini juga menjadi kecelakaan pesawat pertama di India dalam kurun waktu empat tahun. Pada 2020 lalu, Boeing 737-8HG milik anak perusahaan Air India, Air India Express tergelincir saat mendarat di tengah hujan angin di Bandara Internasional Kozhikode, India, menyebabkan 19 penumpang dan dua pilot meninggal, namun 165 penumpang dan empat pramugari selamat.
Saat ini kegiatan operasional Bandara Ahmedabad telah dilanjutkan kembali usai proses evakuasi kecelakaan rampung. “Bandara telah beroperasi mulai pukul 4 sore waktu setempat, seluruh protokol penerbangan telah aktif kembali,” bunyi pernyataan Kementerian Penerbangan India pada Kamis malam.
Sementara itu, penyebab pasti kecelakaan belum dapat ditentukan. Baik Air India, Boeing maupun Kementerian Penerbangan India masih melakukan penyelidikan atas kecelakaan yang terjadi. (edo)
Editor : Yuan Edo Ramadhana