RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Keamanan menjadi salah satu faktor utama dalam fase akhir bulan Ramadan, terutama menghadapi arus mudik, perayaan Hari Raya Idul Fitri, serta arus balik pasca lebaran. Polres Bojonegoro mengantisipasi keadaan tersebut melalui Operasi Ketupat Semeru yang dimulai pada Kamis (12/3) sore.
Dalam apel gelar pasukan dan pemeriksaan perlengkapan pasukan dan elemen pendukung di halaman Mapolres Bojonegoro, Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah menyampaikan pesan dari Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nanang Avianto. Arus mudik diperkirakan bakal menurun seiring perubahan gaya hidup masyarakat, namun bukan berarti pengawasan lapangan dapat dilonggarkan.
“Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan dan Korlantas Polri, diperkirakan terjadi penurunan jumlah pemudik dibanding tahun sebelumnya sehubungan dengan perubahan pola mobilitas masyarakat dan kondisi ekonomi. Pun demikian jumlahnya tetap tinggi, sehingga potensi kerawanan perlu diantisipasi,” jelas Nurul saat membacakan sambutan dari Kapolda Jatim.
Diperkirakan puncak arus mudik bakal terjadi mulai 18 hingga 25 Maret 2026, dan operasi akan resmi berjalan mulai Jumat (13/3). Untuk wilayah Jawa Timur, diprediksi bakal terjadi kepadatan di jalur Tol Trans-Jawa serta jalur Pantura. Sehingga dikhawatirkan jumlah kecelakaan lalu lintas meningkat seiring padatnya volume kendaraan pribadi, serta kelelahan pengemudi.
Selain itu, Operasi Ketupat Semeru juga menyasar pada keamanan masyarakat di pusat perbelanjaan, pasar, lokasi wisata, serta pusat ekonomi serupa. Kemudian tindak kriminal konvensional, seperti pencurian, curanmor dan penjarahan rumah kosong juga menjadi titik perhatian dalam operasi.
Operasi Ketupat Semeru 2026 bakal melibatkan hingga 16.463 personel. Rinciannya ada 9.609 anggota Polri, 1.313 personel TNI, dan 5.541 personel dari berbagai instansi terkait.
“Personel akan ditempatkan pada 168 pos pengamanan, 42 pos pelayanan, 24 pos terpadu. Pengamana difokuskan pada jalur tol, jalur arteri, rest area dan fasilitas publik seperti terminal, pelabuhan, stasiun, bandara, pusat perbelanjaan dan lokasi wisata,” tambah Nurul.
Kapolres Bojonegoro, AKBP Afrian Satya Permadi juga menjamin pengamanan wilayah Bojonegoro bakal dilakukan secara mendetil. “Kami bekerjasama dengan Forkopimcam di berbagai kecamatan dan elemen masyarakat agar dapat terdeteksi apa saja yang perlu penguatan dalam pelaksanaan patroli,” ujarnya usai apel.
Selain terjun langsung ke lapangan, Polres Bojonegoro juga menawarkan penitipan kendaraan gratis untuk masyarakat Kota Ledre yang akan bermudik ke luar kota. Masyarakat hanya perlu menunjukkan surat-surat kendaraan untuk dapat menikmati penitipan kendaraan langsung dari kepolisian, baik langsung di Mapolres Bojonegoro maupun Mapolsek kecamatan asal.
“Kendaraan yang dititipkan bisa berupa motor atau kendaraan beroda lainnya, dilengkapi dengan surat-surat seperti STNK serta fotokopi BPKB. Alhamdulillah tidak dipungut biaya, silakan bagi masyarakat yang berpergian ke luar daerah dapat menitipkan kendaraan baik di Polsek maupun Polres,” jelas AKBP Afrian. (edo)
Editor : Yuan Edo Ramadhana