Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Jumlah Kades Perempuan di Blora Ternyata Minim, Hanya 23 Orang

Khorij Zaenal Asrori • Jumat, 7 Juli 2023 | 20:47 WIB

Ilustrasi pikades wanita blo (Ainur Ochiem/RDR.BJN)
Ilustrasi pikades wanita blo (Ainur Ochiem/RDR.BJN)

BLORA, Radar Bojonegoro -  Jabatan kepala desa (kades) masih didominasi kaum adam. Hingga kini tercatat ada 23 orang kades perempuan yang tersebar di 271 desa. Meski demikian, asa perempuan untuk maju dalam pilkades tidak pernah surut. Pada pilkades serentak di 27 desa pada 8 Juli mendatang ada sejumlah cakades perempuan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Blora Yayuk Windrati memaparkan, perempuan mempunyai peluang dalam pencalonan pilkades di 27 desa. Dari data yang dimilikinya beberapa desa penyelenggara pilkades ada calon perempuan yang tampil. Mereka erebut suara dengan calon kades laki-laki.

"Kalau kades perempuan yang sudah menjabat, terdata ada sebanyak 23 orang," ungkapnya.

Yayuk mengatakan, di daerah belum ada asosiasi kades perempuan. Kades perempuan harus lebih peka terhadap masalah perempuan yang ada di desa. Sebab, perempuan dalam kebijakan desa masih masuk dalam kelompok marjinal. Sehingga butuh diberdayakan dengan program-program kades.

"Perempuan sebagai termasuk kaum marginal harus bisa memperjuangkan kepentingan perempuan. Tidak hanya kades perempuan, karena kewajiban itu adalah untuk semua kepala desa agar lebih memperhatikan kebutuhan kaum kaum marginal," katanya.

Kepala Desa Gunungan Kecamatan Todanan Karsinem mengungkapkan, masih berusaha untuk menjalankan program pemberdayaan perempuan. Hanya saja beberapa kendala masih dialaminya. Seperti anggaran yang masih difokuskan pembangunan infrastruktur dan bantuan langsung tunai.

"Desa kami termasuk kecil. Mungkin pemberdayaan kepada ibu-ibu PKK," terangnya.

Karsinem berharap, keterlibatan perempuan dalam kepemimpinan desa bisa lebih banyak. Terlebih saat ini diselenggarakan pilkades dengan beberapa perempuan turut andil sebagai calon kades.

 "Kalau pengalaman sebagai kepala desa tidak ada pandangan negatif tentang kepemimpinan perempuan, karena dalam kepemimpinan semua setara," katanya. (luk/zim)

Editor : M. Yusuf Purwanto
#pikades #Perempuan #kades #blora