BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Kurang dari seminggu menjelang puncak ibadah haji, calon jemaah haji (CJH) Bojonegoro diimbau untuk fokus mematangkan persiapan, khsusunya menjaga kesehatan.
Untuk ibadah sunah, disarankan untuk dilakukan setelah pelaksanaan puncak haji. Mengingat, jemaah haji Bojonegoro masih memiliki waktu cukup panjang yang bisa dimanfaatkan untuk memaksimalkan ibadah sunah setelah puncak haji nanti.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Bojonegoro, Abdullah Hafith mengimbau, jemaah haji Bojonegoro agar menjaga kesehatan. Juga, fokus untuk persiapan puncak ibadah haji. Sedangkan, ibadah sunah bisa dilanjutkan setelah pelaksanaan puncak haji nanti.
Baca Juga: Laporan Haji Bojonegoro: CJH Asal Sugihwaras Meninggal Dunia di Madinah
"Untuk ibadah sunah, seperti wisata religi maupun umrah sunah. Bisa dilakukan setelah puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna)," ujarnya.
Amirul Hajj Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Masyarakat Madani, Sholikin Jamik menjelaskan, puncak haji akan dimulai pada 25 Mei saat tarwiyah. Selanjutnya, 26 Mei merupakan jadwal wukuf di Arafah. Kemudian dilanjutkan 27 Mei atau 10 Dzulhijjah hingga Sabtu mendatang.
“Puncak haji tinggal satu minggu lagi. Perjalanan dari hotel ke Mina, lalu ke Arafah, Muzdalifah, kemudian kembali ke Mina membutuhkan tenaga besar,” ujarnya.
Baca Juga: Cuaca Panas Menjelang Puncak Ibadah Haji, CJH Diminta Jaga Kesehatan Fisik
Karena itu, pihaknya terus mengimbau jemaah untuk tidak memaksakan diri beribadah di Masjidil Haram setiap waktu. Apalagi, jarak maktab jemaah menuju Masjidil Haram mencapai hampir delapan kilometer. Sementara suhu di Makkah dalam beberapa hari terakhir berkisar 42 hingga 43 derajat Celsius.
Dia menambahkan, setelah rangkaian puncak haji selesai, jemaah masih memiliki waktu lebih dari 10 hari untuk memperbanyak ibadah di Masjidil Haram. Saat ini, yang paling penting adalah menjaga stamina, mengonsumsi makanan bergizi, vitamin, serta rutin minum obat bagi jemaah yang membutuhkan.
"Alhamdulillah kondisi fisik jemaah cukup bagus. Penting untuk terus menjaga mental dan kesehatan fisik," pungkasnya. (ewi/msu)
Editor : Hakam Alghivari