Walau sempat gugup dan ragu jelang pertandingan. Mohamad Rizky Tri Nugroho berhasil meraih dua medali kejuaraan nasional (kejurnas) atletik. Tepatnya medali emas dan perak.
M. IRVAN RAMADHON, Bojonegoro
KEBAHAGIAN tak bisa disembunyikan Mohamad Rizky Tri Nugroho usai meraih juara pertama nomor lomba 2.000 meter (m), dan juara kedua nomor 800 m, di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Atletik tahun ini. Terlebih medali emas dan perak tersebut diraih melalui kerja keras dan pengorbanan luar biasa.
‘’Bahagia, bangga, dan bersyukur sekali. Rasanya semua kerja keras, keringat, dan waktu yang diluangkan selama ini terbayarkan dengan hasil yang indah ini,” ungkap pelari 15 tahun tersebut.
Baca Juga: Sabrina Maulani Syahadah, Peraih Juara Rugby Piala Rektor Unesa : Terkesan Bermain Rugby dengan Bule
Rizky sebenarnya belum terlalu yakin ketika awal pertandingan. Terlebih peserta banyak dan semua berbakat dari seluruh penjuru Indonesia. Namun tetap berusaha semaksimal mungkin, dan hasilnya sungguh luar biasa.
‘’Sangat sesuai target, namun masih banyak target lain ingin dicapai,” jelas pelari asal Desa Nguken, Kecamatan Padangan.
Selain itu, Rizky meraka gugup ketika melihat banyaknya penonton yang bersorak. Namun kebanggaan mewakili Bojonegoro dan sekolah di ajang tingkat nasional memberikan semangat dan motivasi lebih untuk meraih prestasi di kejuaraan bergengsi itu.
Suasana yang cukup ramai dan tekanan dari lawan yang kuat diraskan Rizky. Tapi tetap berusaha tenang, mengatur napas, dan menyelesaikannya dengan kemampuan terbaik yang dimilik.
Momentum yang paling berkesan bagi Rizky pada kejurnas adalah saat nama siswa MAN 5 Bojonegoto itu disebut sebagai pemenang. Juga saat berdiri di atas panggung menerima medali serta penghargaan itu.
‘’Rasanya sangat haru dan membanggakan,” ungkap pelatih yang tampil di kelompok umur (KU) 16 tahun itu.
Persiapan yang dilakukan Rizky sebelum berangkat ke kejurnas dengan latihan intensif kurang lebih tiga bulan. Tentu dengan berlatih rutin setiap hari, memperdalam materi dan teknik, menjaga kondisi tubuh tetap bugar, serta mempelajari berbagai strategi dan hal-hal yang perlu diperbaiki dari kekurangan sebelumnya.
Persiapan yang berat membuat Rizky terkadang merasa rasa lelah. Namun dukungan luar biasa dari orang tua hingga pelatih menjadi bahan bakar untuk terus berjuang dalam latihan maupun pertandingan.
‘’Orang tua selalu mendukung dan menyemangati, pelatih membimbing dengan sabar,” terangnya. (*/msu)
Editor : Farhan Reza Ardiansyah