Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Mengenal Semi Otomatisasi Sistem Akuatik Bojonegoro: Alatnya Sempat Macet, karena Kepanasan

Yana Dwi Kurniya Wati • Minggu, 5 Juli 2026 | 20:35 WIB
OTOMATIS: Cabor akuatik tak lagi menggunakan stopwatch, berganti sistem otomatis untuk menghitung skor. (YANA DWI KURNIYA WATI/RADAR BOJONEGORO)
OTOMATIS: Cabor akuatik tak lagi menggunakan stopwatch, berganti sistem otomatis untuk menghitung skor. (YANA DWI KURNIYA WATI/RADAR BOJONEGORO)

Biasanya menghitung skor lomba renang di Bojonegoro masih manual, menggunakan tenaga manusia, kini proses itu mulai bergeser. Cabor akuatik merakit sistem otomatis bersama dua dosen Unugiri. 


YANA DWI KURNIYA WATI, Bojonegoro


TIUPAN panjang peluit pertanda pertandingan antarperserta dimulai. Tapi, ada yang berbeda saat perlombaan kemarin (4/7) pagi. Jika biasanya selalu berjajar panitia memegang stopwatch di bibir kolam, kini tak lagi berdiri tegap untuk itu. Ada inovasi baru. 

Akuatik Bojonegoro memberanikan diri menciptakan gerakan baru, yakni merakit semi-automatic system atau sistem semi-otomatis.

"Ini baru perdana kami menggunakannya. Rakitan sendiri berkolaborasi dengan dua dosen Unigoro (Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri)," ucap Sekretaris Akuatik Bojonegoro Teguh Wicaksono saat ditemui di kolam renang Bojonegoro Water Sport (BWS). 

Teguh melanjutkan, dua dosen tersebut dari prodi teknik informatika dan pendidikan jasmani, kesehatan, dan rekreasi (PJKR). Dinamakan semi, karena belum sepenuhnya otomatis. Memanfaatkan digitalisasi dari sebelumnya ful tenaga manusia.

Menurut dia, jika cara lama atau sebelumnya hanya memakai stopwatch untuk skor dan menginput manual dalam aplikasi. Tapi, kini bergeser ke sistem.

"Data dari pendaftaran hingga finish secara otomatis masuk ke aplikasi. Untuk pendaftaran ini akun dari sekolah atau klub renang," tambah pelatih sekaligus wasit akuatik itu.

Baca Juga: Radar History: 1.143 dari Total 17.644 Siswa SMP, SMA/SMK Tidak Lulus di Bojonegoro

Dia menuturkan, dalam merakit alat tersebut membutuhkan waktu sekitar tiga sampai empat bulan. Progresnya kini sudah mencapai 90 persen, sehingga wajar baru pertama dicoba dan terjadi kendala.

Alatnya macet sejenak karena kepanasan. Meski demikian, kata Teguh, ini langkah awal. Baru dua daerah yang merakit sistem semi-otomatis itu di Jawa Timur. Yakni, Malang dan Bojonegoro.

"Hanya saja yang menyambung dengan aplikasi baru Bojonegoro. Kendala sepertinya itu kepanasan. Ke depan mungkin ditambah kipas, karena ada angan-angan untuk ke depan menyempurnakan. Tapi, dana yang belum tahu," keluh dia.

Baca Juga: Catatan Workshop dan Gathering Media dengan EMCL di Jogjakarta: Diskusi dengan Dewan Pers hingga Fun Football.

Namun, ada yang perlu digarisbawahi. Alat ini bertujuan agar hasil perlombaan lebih valid dan presisi.

Nantinya bisa menjadi dasar untuk atlet atau pelatih sebagai evaluasi dalam latihan. "Ada aplikasinya berbasis website, swimtimerbjn.or.id," pungkas dia. (*/msu)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
#stopwatch #Aplikasi #Otomatisasi #akuatik #renang