Baru terbentuk sekitar satu bulan, tim kabaddi Bojonegoro berhasil meraih prestasi dalam kejuaraan provinsi (kejurprov) Mei lalu. Olahraga asal India tersebut mulai berkembang di Bojonegoro.
M. IRVAN RAMADHON, Bojonegoro
OLAHRAGA di Bojonegoro tak pernah berhenti berkembang dan berprestasi. Kabaddi olahraga tradisional asal India kini mulai tumbuh di Kota Ledre. Bahkan berhasil meraih prestasi di tingkat provinsi. Meski cabang olahraga (cabor) di bawah naungan Federasi Olahraga Kabaddi Seluruh Indonesia (Foksi) itu baru terbentuk sekitar satu bulan.
Prestasi juara 3 bersama kategori grup putra 7 for 5 dan grup putri standart kabaddi diraih tim Kabaddi Bojonegoro dalam Kejuprov Jatim pada Mei lalu. Prestasi perdana tersebut menunjukkan perkembangan olahraga mirip permainan tradisional Indonesia bentengan itu telah berkembang.
Ketua Foksi Bojonegoro Kholifah mengatakan, kabaddi adalah olahraga kontak fisik asal India. Olahraga tersebut menggabungkan unsur kejar-kejaran, gulat, dan ketahanan napas.
Sederhananya, olahraga ini mirip dengan permainan tradisional Indonesia Gobak Sodor atau Bentengan. Namun dipadukan dengan gerakan tangkas layaknya seni bela diri.
‘’Untuk latihan saat ini di Lapangan SMAN MT kapas Bojonegoro,” ungkapnya.
Keunikan utama kabaddi terletak pada kewajiban pemain penyerang (raider) yang harus menahan napas dan meneriakkan kata Kabaddi tanpa henti selama menyerang wilayah lawan. Hal ini memadukan kekuatan fisik, strategi gulat, dan manajemen pernapasan layaknya yoga dalam satu permainan.
Menurut Kholifah olahraga kabaddi bermanfaat besar untuk melatih ketahanan fisik, meningkatkan kapasitas paru-paru, serta mempertajam kelincahan dan koordinasi tubuh. Olahraga ini juga melatih fungsi kognitif dengan membangun refleks yang cepat, disiplin, dan kemampuan pengambilan keputusan dalam waktu cepat
Pelatih Foksi Bojonegoro Mohammad Reza Fajar Muharrom mengatakan secara performa selama kejurprov atlet Bojonegoro menunjukkan peningkatan penampilan. Walau waktu persiapan sangat terbatas
Waktu persiapan tim Kabaddi Bojonegoro hanya dua minggu. Untuk persiapan difokuskan belajar teknik dasar permainan dan peraturan yang berlaku. Juga mengutamakan kemistri dan kerjasama tim terlebih olahraga beregu.
‘’Karena kabaddi ini juga baru masuk di Bojonegoro,” terangnya.
Reza menjelaskan kabaddi olahraga kontak fisik dan kejar-kejaran asal India yang dimainkan oleh dua tim. Setiap tim bergantian mengirimkan satu penyerang (raider) ke area lawan untuk menyentuh pemain bertahan dan kembali ke zona sendiri tanpa tertangkap.
‘’Kalau di sini mungkin hampir sama gobak sodor atau bentengan,” tambahnya. (irv/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana