Rapat paripurna pembahasan nota perhitungan sisa Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2002 Bojonegoro tahap pembacaan pendapat akhir (PA) fraksi-fraksi berlangsung seru. Sebab, dua kubu yang berseberangan di FPDIP sama-sama ngotot membacakan PA fraksi mereka.
Ketua Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (FPDIP) Supriyadi alias Oni yang diusulkan ganti oleh Wakil Ketua DPC PDIP Moh. Ali Mostofa, menyatakan bahwa kubunya tetap akan membacakan PA karena merasa masih menjadi kepanjangan tangan DPC yang sah di bawah kepemimpinan Bambang Soenaryanto.
"Biar saja dia (Anwar, red) membacakan pergantian pimpinan FPDIP. Itu hak dia. Yang pasti, besok (saat penyampaian PA fraksi, Red) kami tetap akan membaca PA fraksi kami," kata Oni kepada Radar Bojonegoro sehari sebelum pembacaan PA fraksi-fraksi.
Berdasarkan dokumen Radar Bojonegoro, Ali mengirim surat permohonan pergantian pimpinan dan anggota FPDIP kepada pimpinan dewan. Untuk jajaran pimpinan, Ali mengusulkan Oni diganti Tri Yulisętyowati atau Ety dan Sekretaris Tanti Rahmawati diganti Mochtar Setijohadi.
Sedangkan, anggota yang akan diganti adalah Bambang Sutriono, Sutikno, Afis Koenwidiyoko, JF.X Hoery, Hary Tjahjo W, Heru Sugiharto, dan Budi Irawan.
Baca Juga: Radar History: Ketika DPRD Bojonegoro Pertanyakan Harga Sewa Lahan Investasi PT WAU 2003 Silam
Sementara itu, ketika dihubungi melalui ponselnya, Ketua DPRD Anwar Sholeh menyatakan bahwa PA FPDIP akan dibacakan oleh Mochtar. "Kalau Oni mau baca PA, nggak ada masalah. Kami sudah buat PA sendiri kok," katanya.
Sementata itu, dalam rapat pimpinan dewan dan fraksi DPRD Bojonegoro tentang dana kesehatan, tunjangan, dan asuransi untuk anggota dewan kemarin, pimpinan FPDIP tidak tampak. Padahal, yang kali pertama meminta penjelasan soal tiga pos anggaran mulai APBD 2000 sampai 2003 tersebut adalah FPDIP.
Informasi yang dihimpun Radar, sebenarnya beberapa fraksi meminta pimpinan FPDIP dilibatkan dalam pertemuan yang digelar di Adelia Cafe, Jalan Gajah Mada Bojonegoro, itu. Namun, Anwar melarang karena menganggap saat itu tidak ada pimpinan FPDIP.
Rapat paripurna pembahasan nota perhitungan sisa APBD 2002 Bojonegoro itupun akhirnya tanpa PA FPDIP. Sebab, dua kubu di FPDIP yang sehari sebelumnya menyatakan bakal membacakan PA fraksi tersebut tidak diberi kesempatan oleh pemimpin rapat, Anwar Sholeh. (yna/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana