Adam Fadhillah Rahman menjadi langganan juara sejak 2025. Mulai juara 1 tingkat nasional Piala Wali Kota Malang XII hingga medali emas Rocket Rollers Competition Series 2 Jawa Timur.
HAKAM ALGHIVARI, Bojonegoro
November 2024 menjadi langkah awal Adam Fadhillah Rahman menekuni sepatu roda. Awalnya sederhana saja. Ia sering bermain sepatu roda di depan rumah bersama kakaknya di kawasan Polim Regency, Kelurahan Sumbang, Bojonegoro.
Dari kebiasaan itu, ketertarikannya semakin besar hingga akhirnya bergabung dengan klub sepatu roda Freestyle Eightwheel Bojonegoro dan Speed Squat Bojonegoro (SSB).
“Akhirnya ikut bergabung di Club sepatu roda freestyle Eightwheel Bojonegoro dan Club Sepatu Roda Speed Squat Bojonegoro,” ujarnya.
Sejak bergabung dengan klub, dikenal menyukai olahraga yang memacu kecepatan, terutama saat harus beradu cepat dengan atlet lain di lintasan. "Terasa lebih cepat seperti burung yang melayang di udara," kata siswa SD Muhammadiyah 2 Bojonegoro itu.
Siswa yang akrab disa Adam itu menambahkan, salah satu momen yang cukup diingat terjadi saat mengikuti Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Jawa Timur 2025.
Saat itu medali peraknya sempat tertukar dengan medali milik atlet lain. Berkat bantuan para pelatih, medali tersebut akhirnya bisa kembali.
Dalam latihan maupun pertandingan, tantangan juga kerap muncul. Adam mengaku masih sering terjatuh, terutama saat start karena kurang fokus.
Namun, tidak membuatnya menyerah. Ia berusaha bangkit dan kembali mengejar lawan di lintasan.
Sejumlah prestasi pun mulai dikumpulkan sejak 2025. Di antaranya medali emas RX Series 1 Indonesia di Surabaya, juara 1 kejuaraan sepatu roda tingkat nasional Piala Wali Kota Malang XII, serta medali emas Rocket Rollers Competition Series 2 Jawa Timur.
Ia juga meraih medali perak pada Kejuaraan Provinsi Jawa Timur nomor speed standard pemula 50 meter serta dua gelar juara dua pada Pekan Olahraga Kabupaten (Popkab) Bojonegoro 2025.
Selain itu, Adam juga menikmati kesempatan bertemu teman-teman baru dari berbagai daerah setiap mengikuti kompetisi. Dukungan orang tua, pelatih, serta teman satu klub menjadi penyemangatnya untuk terus berlatih. (kam/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana