Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Vania Salsabila, Salah Satu Pelatih Sepak Bola Putri Bojonegoro: Bermimpi Bangunkan Sepak Bola Putri dari Mati Suri

M. Irvan Romadhon • Selasa, 3 Maret 2026 | 08:15 WIB

 

BERLISENSI: Vania Salsabila, salah satu pelatih sepak bola putri Bojonegoro berlisensi D nasional.
BERLISENSI: Vania Salsabila, salah satu pelatih sepak bola putri Bojonegoro berlisensi D nasional.
 

 

Berawal sebagai pemain sepak bola putri, Vania Salsabila sejak 2025 lalu mulai menekuni sebagai pelatih. Berbekal lisensi kepelatihan dimiliki Vania bertekad membangunkan sepak bola putri di Bojonegoro yang mati suri.


M. IRVAN RAMADHON, Bojonegoro


MATA perempuan itu tak pernah lepas dari setiap sudut lapangan. Mulai dari arah bola hingga pergerakan pemain, dia adalah Vania Salsabila, salah satu pelatih sepak bola putri di Bojonegoro.

Semua aspek di dalam pertandingan menjadi dasar perempuan 25 tahun tersebut untuk maramu taktik. Demi mencapai tujuan meraih kemenangan.

Vania mulai menjadi pelatih sepak bola dan futsal sejak 2025 lalu. Pelatih berlisensi D nasional tersebut merasa sudah saatnya berbagi ilmu kepada pemain-pemain muda sepak bola di Bojonegoro. Terutama pemain putri.

Sepak bola dan futsal sebenarnya bukan hal baru bagi Vania. Sebelum berkecimpung di dunia kepelatihan, pelatih asal Desa/Kecamatan Purwosari tersebut terlebih dulu menjajaki karir sebagai pemain putri.

Namun, seiring berjalannya waktu dan minimnya kesempatan untuk mengembangkan karir sebagai pemain. Terutama di Bojonegoro. Passion Vania kini beralih ke dunia kepelatihan. Terlebih di Kota Ledre masih jarang pelatih putri.

‘’Mungkin dulu bercita-cita menjadi pemain. Tapi, kini berkecimpung di dunia kepelatihan,” jelas alumni Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (Unugiri) Bojonegoro itu.

Vania sudah beberapa kali mengantarkan tim yang dilatih merasakan juara. Salah satunya membawa tim futsal putri SMKN 1 Purwosari meraih Juara 4 Fotour 2025, Juara 2 ASCS Cepu 2025, Juara 1 Pacippnu Ngraho, dan Juara 2 Succes Cepu 2026.

Tentu prestasi-prestasi tersebut tak mudah diraih. Sebagai pelatih Vania harus menjaga semangat dan motivasi bertanding para pemain.

Termasuk meramu taktik dan memberikan instruksi yang sesuai dengan kondisi pertandingan.

Selain itu, ketika dalam latihan harus bisa mengelola para pemain yang memiliki umur tak jauh berbeda. Bahkan pemain dilatih merupakan teman nongkrong.

‘’Tantangan lainnya kadang ketika melain hanya 3 hingga 5 pemain,” ujar pelatih pernah menempuh pendidikan S1 Teknik Informatika.

Dibandingkan ketika sebagai pemain, Vania merasa lebih nyaman melatih. Walau memiliki tanggung jawab lebih besar.

Terutama mencapai target menang dengan memikirkan startegi dan taktikal yang diterapkan dalam pertandingan.

‘’Lebih nyaman menjadi pelatih. Walaupun harus berpikir dua kali lipat untuk kemenangan tim,” jelas Pelatih Sekolah Sepak Bola (SSB) PSP Mandiri itu.

Terkait potensi pemain putri di Bojonegoro, menurut Vania dibandingkan ketika dirinya masih aktif bermain, potensi pemain putri saat ini lebih bagus.

Namun, masih minim pembinaan dan kompetisi yang mewadahi. Terutama sepak bola putri.

‘’Untuk futsal putri perkembangannya bagus. Namun di sepak bola putri kurang diperhatikan dan belum ada perkumpulan beberapa pemain muda,” ungkap eks Pemain Bojonegoro FC Putri tersebut.

Vania kini memiliki terget untuk menghidupkan kembali sepak bola putri di Bojonegoro.

Terlebih beberapa tahun terakhir tim sepak bola putri asal kota penghasil migas ini tak berpartisipasi di kempetisi Piala Pertiwi maupun porprov. ‘’Membuat Bojonegoro memiliki tim putri lagi,” jelasnya. (*/msu)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
#taktik #unugiri #sepak bola putri #bojonegoro #futsal #Pelatih Sepak bola #pertandingan #bojonegoro fc